MANADOPOST.ID — Sejumlah pengguna iPhone XR dan iPhone 11 mengeluhkan akun WhatsApp mereka yang tiba-tiba ditangguhkan.
Kejadian ini sudah ramai diperbincangkan sejak Juli lalu.
Penangguhan ini disertai pemberitahuan bahwa akun dianggap melanggar ketentuan layanan terkait aktivitas spam, padahal para pengguna mengaku tidak pernah melakukan pelanggaran apa pun.
Kasus ini juga dialami sejumlah pengguna di Kota Manado. Mereka menduga akun WhatsApp mereka telah diretas sebelum akhirnya diblokir oleh sistem WhatsApp.
Salah seorang pengguna iPhone 11 di Manado, Anandasari mengaku terkejut saat mengetahui akun WhatsApp miliknya tiba-tiba tidak dapat digunakan.
Padahal, menurutnya, aplikasi tersebut jarang dipakai karena ia memiliki akun WhatsApp lain di telepon genggam yang berbeda.
"WhatsApp saya ini jarang saya gunakan karena saya punya WhatsApp lain di HP satunya. Tapi tiba-tiba saat dibuka, akun saya sudah masuk ke ratusan grup yang seluruh anggotanya orang asing. Saya sama sekali tidak mengenal mereka," ujarnya.
Tak lama setelah itu, ia menerima pemberitahuan dari WhatsApp bahwa akunnya ditangguhkan karena diduga melanggar ketentuan layanan.
"Saya sudah mengajukan banding, tetapi sampai sekarang statusnya masih menunggu. Akun saya juga belum bisa digunakan kembali," katanya.
Ia mengaku kejadian ini sangat merugikan dan menimbulkan kekhawatiran. Menurutnya, pihak yang diduga meretas akun tidak hanya memasukkan akunnya ke banyak grup, tetapi juga mengakses grup-grup yang sebelumnya ia miliki dan mengubah pengaturannya.
"Saya jujur merasa khawatir karena mereka masuk ke semua grup yang saya punya sebelumnya lalu mengubah pengaturan grup itu. Orang bisa saja mengira semua aktivitas itu dilakukan oleh saya, padahal bukan. Syukurnya mereka tidak mengirimkan pesan yang bisa merusak nama baik saya," ungkapnya.
Ia berharap pihak WhatsApp dapat memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut serta membantu memulihkan akun para pengguna yang terdampak.
"Saya berharap WhatsApp bisa bertanggung jawab atas kejadian ini karena sangat merugikan pengguna," tambahnya.
Pengalaman serupa juga dialami Adit, pengguna WhatsApp lainnya di Manado. Ia mengaku akun WhatsApp miliknya mendadak tidak bisa diakses tanpa mengetahui penyebabnya.
"Awalnya terjadi pada 28 Juli. Kemudian saya coba lagi pada 2 Agustus, tetapi tetap tidak bisa dikembalikan. Akhirnya saya terpaksa mengganti nomor WhatsApp," ujarnya.
Hingga kini, Adit masih merasa khawatir nomor lamanya disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Sampai sekarang saya takut nomor WhatsApp itu dipakai untuk hal-hal yang tidak semestinya," katanya.
Mereka berharap pihak WhatsApp segera memberikan penjelasan terkait kasus yang mereka alami serta mempercepat proses peninjauan banding bagi akun-akun yang ditangguhkan. Juga meminta adanya peningkatan sistem keamanan agar kejadian serupa tidak kembali menimpa pengguna lain.
Editor : Ayurahmi Rais