Apa Itu Istilah "Coffee Nap", Benarkah Bisa Bikin Tubuh Lebih Segar?

ALengkong • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:45 WIB
Ilustrasi orang minum kopi (doc: Freepik)
Ilustrasi orang minum kopi (doc: Freepik)

MANADOPOSTID - Bagi sebagian orang, minum kopi dan tidur mungkin terdengar seperti dua hal yang bertolak belakang. Namun, kombinasi keduanya ternyata memiliki istilah tersendiri, yakni coffee nap, metode minum kopi sebelum tidur singkat sekitar 15-20 menit, yang dipercaya dapat mengurangi rasa kantuk dan membuat tubuh lebih waspada setelah bangun. Mengutip Sleep Foundation, berikut penjelasan lebih lanjutnya.

Coffee nap dilakukan dengan cara meminum kopi terlebih dahulu, lalu langsung tidur sebentar. Kuncinya terletak pada durasi tidur yang singkat, bukan tidur berjam-jam. Konsep ini memanfaatkan dua manfaat sekaligus, yakni manfaat tidur singkat dan efek kafein. Saat seseorang tidur, rasa kantuk dapat berkurang, sementara kafein membutuhkan waktu untuk mulai bekerja di dalam tubuh. Ketika bangun, efek keduanya diharapkan muncul hampir bersamaan, sehingga rasa kantuk berkurang dan tubuh terasa lebih segar. Sleep Foundation menyebut coffee nap umumnya dilakukan selama sekitar 20 menit.

Metode ini memang terbukti dapat membantu mengurangi rasa kantuk. Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, senyawa di otak yang berkaitan dengan munculnya rasa kantuk, sementara tidur singkat dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa kafein dapat membantu meningkatkan perhatian dan waktu reaksi, terutama saat seseorang mengalami kurang tidur. Meski begitu, efek coffee nap tidak selalu sama pada setiap orang, ada yang merasa lebih segar setelah bangun, namun ada pula yang tidak merasakan perubahan berarti.

Durasi tidur yang singkat menjadi bagian penting dalam praktik ini. Tidur sekitar 15-20 menit dianggap cukup untuk mendapatkan manfaat tidur singkat tanpa terlalu jauh masuk ke tahap tidur yang lebih dalam. Jika tidur terlalu lama, seseorang justru bisa mengalami sleep inertia, kondisi yang membuat tubuh terasa berat, mengantuk, dan sulit fokus sesaat setelah bangun. Karena itu, penting menjaga agar niat tidur 20 menit tidak berubah menjadi tidur siang berjam-jam.

Bagi kebanyakan orang, coffee nap sesekali bukan menjadi masalah, namun tetap perlu memperhatikan jumlah kafein yang dikonsumsi. Kafein dapat membuat sebagian orang merasa gelisah, jantung berdebar, atau sulit tidur, dan konsumsi kopi yang terlalu dekat dengan waktu tidur malam juga dapat mengganggu kualitas tidur. Oleh karena itu, coffee nap lebih cocok dilakukan pada siang atau awal sore hari, bukan menjelang waktu tidur malam.

Yang juga perlu diingat, coffee nap bukanlah pengganti tidur malam. Apabila tubuh terus-menerus merasa lelah dan mengantuk, memperbaiki durasi serta kualitas tidur tetap menjadi langkah utama yang perlu diperhatikan.

Editor : ALengkong
#kopi #minum kopi #efek minum kopi