Benarkah Sunscreen Bisa Bikin Kekurangan Vitamin D? Ini Penjelasannya

ALengkong • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:53 WIB
Ilustrasi tabir surya (doc: Freepik)
Ilustrasi tabir surya (doc: Freepik)

MANADOPOSTID - Penggunaan tabir surya setiap hari kerap dikaitkan dengan kekhawatiran tubuh akan kekurangan vitamin D. Pasalnya, vitamin D dapat diproduksi kulit setelah terpapar sinar ultraviolet B (UVB), sementara sunscreen bekerja dengan mengurangi paparan sinar UV ke kulit. Namun, anggapan bahwa penggunaan sunscreen secara rutin otomatis menyebabkan kekurangan vitamin D belum didukung oleh sebagian besar bukti ilmiah.

Sunscreen dengan SPF 30, misalnya, secara teori dapat menyaring sekitar 97 persen sinar UVB ketika digunakan dengan benar. Meski demikian, sebagian kecil UVB tetap dapat mencapai kulit. Dalam penggunaan sehari-hari, sunscreen juga sering tidak diaplikasikan secara sempurna atau merata sehingga kulit masih mendapatkan paparan UVB.

Kadar vitamin D seseorang sebenarnya dipengaruhi oleh banyak faktor. Usia, warna kulit, durasi berada di luar ruangan, pakaian, kondisi cuaca, polusi, serta pola makan dapat memengaruhi jumlah vitamin D yang diproduksi maupun diperoleh tubuh. Orang dengan kulit lebih gelap juga cenderung menghasilkan vitamin D lebih sedikit dari paparan sinar matahari dibandingkan mereka yang memiliki kulit lebih terang.

Penelitian sebelumnya secara umum menunjukkan bahwa penggunaan sunscreen dalam kondisi kehidupan nyata memiliki dampak yang kecil terhadap kadar vitamin D. Sebuah tinjauan ilmiah juga menyimpulkan bahwa kekhawatiran mengenai vitamin D sebaiknya tidak menjadi alasan untuk mengurangi penggunaan tabir surya karena perlindungan dari paparan UV tetap penting untuk kesehatan kulit.

Meski begitu, penelitian yang lebih baru menunjukkan adanya kemungkinan bahwa penggunaan sunscreen dengan SPF tinggi secara rutin dalam jangka panjang dapat memberikan pengaruh terhadap kadar vitamin D pada sebagian orang. Studi tersebut menemukan perbedaan kadar vitamin D antara kelompok yang menggunakan sunscreen setiap hari dan kelompok pembanding, sehingga isu ini masih terus diteliti.

Vitamin D tidak hanya bisa diperoleh dari sinar matahari. Makanan seperti ikan berlemak, kuning telur, jamur, serta produk yang telah diperkaya vitamin D dapat menjadi sumber alternatif. Bagi orang yang memiliki risiko kekurangan vitamin D, pemeriksaan kadar vitamin D dan konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu menentukan apakah diperlukan perubahan pola makan atau suplementasi.

Pada akhirnya, penggunaan sunscreen tidak perlu dihentikan hanya karena khawatir kekurangan vitamin D. Perlindungan terhadap paparan UV tetap penting, sementara kebutuhan vitamin D dapat dipenuhi melalui kombinasi pola makan, paparan matahari yang wajar, dan suplementasi bila memang diperlukan.

Editor : ALengkong
#sunscreen #vitamin d #tabir surya