Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Nonton Bareng Peluncuran Satria-1 di Desa Matungkas Minut, Ternyata Ini Manfaatnya

Grand Regar • Senin, 19 Juni 2023 | 17:12 WIB

Suasana nonton bareng peluncuran Satria-1 di SpaceX Cape Canaveral, Air Force Station, Florida, Amerika Serikat (AS) sekira pukul 06.21 WITA, atau 18.21 waktu setempat, di Bumi PT SNT Desa Matungkas.
Suasana nonton bareng peluncuran Satria-1 di SpaceX Cape Canaveral, Air Force Station, Florida, Amerika Serikat (AS) sekira pukul 06.21 WITA, atau 18.21 waktu setempat, di Bumi PT SNT Desa Matungkas.
MANADOPOST.ID—Peluncuran Satelit Republik Indonesia 1 (Satria-1) milik Indonesia di SpaceX Cape Canaveral, Air Force Station, Florida, Amerika Serikat (AS) sekira pukul 06.21 WITA, atau 18.21 waktu setempat, heboh seantero jagad.

Satelit yang berhasil mengorbit di udara setelah proses peluncuran 36 menit itu, menjadi yang terbesar di Asia. Bahkan kelima di dunia.

Menariknya, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menjadi lokasi yang dipilih untuk nonton bareng peluncuran satelit. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Novly Wowiling didampingi sejumlah pejabat terkait mewakili Bupati Joune Ganda menjadi saksi mengorbitnya Satria-1 menggunakan roket Falcon 9 dari SpaceX.

Nonton bareng sendiri digelar di stasiun Bumi PT SNT Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe. Terlihat, peluncuran Satria-1 berjalan lancar. Mulai dari proses startup hingga deploy, satelit Satria-1 berhasil mengudara tanpa hambatan.

Sekkab Novly Wowiling mewakili Bupati Minut Joune Ganda menyambut baik peluncuran Satria-1 yang merupakan satelit multifungsi milik pemerintah RI. Yang terbesar di Asia berkekuatan 150 Gbps (gigabit) dan dapat menghubungkan jaringan internet seluruh tower BTS yang telah dibangun di Minut.

“Satelit Satria 1 ini sejalan dengan misi Pak Bupati dalam transformasi digital di Minut bisa terwujud terlebih di sektor pendidikan, kesehatan serta mempermudah layanan publik karena akses internet menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekarang,” ujarnya didampingi Asisten II Alan Mingkid dan Kadis Kominfo Robby Parengkuan serta Kalaksa BPBD Minut Theodorus Lumingkewas.

Lanjutnya, penyediaan akses internet sudah jadi salah satu prioritas utama. Sehingga peluncuran satelit merupakan kabar baik seluruh masyarakat. “Kami di Minut mendukung penuh dan mengapresiasi peluncuran satelit ini,” ungkapnya.

Diketahui saat ini, Satria-1 akan melakukan tahap electric orbit raising yang membutuhkan waktu sekitar 145 hari. Setelahnya, satelit tersebut akan melakukan serangkaian uji coba sebelum akhirnya bisa menghadirkan layanan yang optimal.

Direncanakan, Satria-1 ini akan beroperasi pada minggu keempat Desember 2023 atau awal 2024. Perlu diketahui, produksi satelit Satria-1 oleh perusahaan manufaktur antariksa Prancis Thales Alenia Space telah dimulai sejak September 2020 hingga Mei 2023.

Satria-1 memiliki kapasitas 150Gbps dan mengorbit di slot 146 derajat BT yang tetap berada di atas Papua. Satelit ini diperkuat dengan 116 Spot Beam, sehingga layanan internetnya dapat menjangkau seluruh Indonesia, terutama wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Perlu diketahui, Satria-1 merupakan satelit multifungsi yang terbesar di Asia dan nomor lima di dunia. Proyek satelit ini menggunakan skema kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU.

Satria-1 merupakan satelit milik pemerintah, tapi akan dikelola oleh PT Satelit Nusantara Tiga atau PSN dengan mekanisme build, operation, and transfer (BOT). Setelah 15 tahun, asetnya akan diambil alih pemerintah.

Untuk proyek satelit ini, PSN menyiapkan 11 stasiun Bumi atau gateway yang berlokasi di Cikarang, Banjarmasin, Batam, Pontianak, Tarakan, Kupang, Ambon, Manokwari, Timika, serta Jayapura dan salah satunya Manado. Untuk Manado berpusat di Desa Matungkas , Kecamatan Dimembe, Minut, Sulut.

Kepala Divisi Infrastruktur Backbond Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo Harris Sangidu, menuturkan satelit Satria-1 merupakan kapasitas terbesar di Asia yang diluncurkan untuk mempersiapkan komunikasi yang menjangkau internet di daerah terpencil.
“Mengingat begitu banyak tempat termasuk Minahasa Utara yang tidak terjangkau Internet sehingga peluncuran satelit Satria-1 ini, menjadi jawaban untuk memenuhi ketersedian internet di seluruh pelosok NKRI,” tandas Harris. (Jendry Dahar)

Editor : Grand Regar
#Satria-1 #satelit #SpaceX #Indonesia #Minut