MANADOPOST.ID—Dewan Pengurus Daerah (DPD) Waraney Tanah Toar Lumimuut (TTL) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), memasuki babak baru kepemimpinan. Tongkat estafet organisasi adat tersebut kini dipercayakan kepada Johanis Solang.
Tutu, sapaan akrabnya, akan didampingi Tobias Tado sebagai Sekretaris dan Joy Benhard sebagai Bendahara, bersama jajaran pengurus lain yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Arly Dondokambey, yang sebelumnya memimpin DPD Waraney TTL Minut, kini mengemban amanah sebagai Penasehat organisasi. Penetapan kepengurusan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan yang dibacakan Sekretaris Jenderal, Frangky Longdong, sebelum disahkan melalui prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Ketua Umum sekaligus Panglima Besar Waraney Penjaga Tanah Toar Lumimuut, Tonaas Wangko Audy Malonda.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Sekretariat Waraney TTL yang baru diresmikan, berlokasi di Jalan Pierre Tendean, Ruko Boulevard Blok A Nomor 32, Sario Tumpaan, Kota Manado, Sabtu (25/7/2026). Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulut.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila, serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai simbol komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Selanjutnya, ibadah dipimpin Pdm. Fanny Polandos, S.Th., menambah nuansa religius dan penuh makna dalam rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Tonaas Wangko Sulut, Audy Malonda, menegaskan ormas ini hadir sebagai organisasi adat yang menjunjung tinggi persatuan, menjaga kehormatan budaya, serta menjadi perekat kehidupan masyarakat Nyiur Melambai yang majemuk.
Menurutnya, semangat toleransi harus terus dipelihara sebagai kekuatan utama daerah yang dikenal harmonis dan penuh keberagaman.
“Kerukunan antarumat beragama harus terus kita jaga bersama. Waraney harus hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan sebagai bentuk nyata mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Audy.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota Waraney agar senantiasa memiliki jiwa kesatria dengan menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat, sekaligus bersinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan dan dilantik, jagalah marwah organisasi dan nama besar Waraney. Jadilah teladan dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian di Sulawesi Utara,” tegasnya.
Audy berharap kolaborasi antara Waraney TTL dengan aparat keamanan maupun pemerintah terus diperkuat demi menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.
Apresiasi terhadap komitmen Waraney TTL juga disampaikan Kepala Badan (Kaban) Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut, Jhony Alexander Suak, yang mewakili Gubernur Yulius Selvanus.
Menurutnya, pembukaan kegiatan yang diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, pembacaan Pancasila, dan UUD 1945 menunjukkan bahwa organisasi tersebut menempatkan nasionalisme sebagai pondasi utama dalam setiap langkah pengabdiannya.
“Ini menjadi bukti bahwa Waraney TTL memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai kebangsaan seperti ini harus terus dipelihara oleh seluruh organisasi kemasyarakatan,” ujar Jhony.
Ia berharap Waraney TTL terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat persatuan bangsa, menangkal berbagai paham yang berpotensi memecah belah masyarakat, sekaligus menjaga suasana daerah yang aman dan kondusif.
Dukungan serupa datang dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Marthin Daniel Tumbelaka. Dia menilai Waraney TTL memiliki peran penting dalam merawat semangat persaudaraan di Sulawesi Utara.
“Waraney Tanah Toar Lumimuut sama seperti rumah saya sendiri. Semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan harus terus dijaga agar Sulawesi Utara tetap menjadi daerah yang aman dan harmonis,” katanya.
Usai resmi dilantik, Ketua DPD Waraney TTL Minut, Johanis Solang, menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi semakin dekat dengan masyarakat melalui aksi nyata, bukan sekadar simbol organisasi.
“Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang akan kami jalankan dengan penuh integritas. Kami ingin Waraney TTL Minahasa Utara menjadi organisasi yang aktif menjaga persatuan, melestarikan nilai-nilai budaya, serta hadir membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama maupun golongan,” urainya.
Dia memastikan pelaksanaan roda organisasi akan dilakukan dengan meningkatkan sinergitas dengan pihak terkait, terutama bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minut. Baginya, di bawah kepemimpinan Bupati Dr Joune Ganda, telah banyak capaian yang diraih. Sehingga pihaknya bakal berjuang sekuat tenanga untuk menyokong program dan kerja-kerja pemerintah.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Minahasa Utara yang aman, rukun, dan semakin maju,” tegas Johanis.
Di sisi lain, Penasehat DPD Waraney TTL Minut, Arly Dondokambey, menyatakan dukungan penuh kepada kepengurusan baru. Menurutnya, regenerasi merupakan bagian penting dalam menjaga eksistensi dan keberlangsungan organisasi.
“Saya percaya kepengurusan yang baru memiliki semangat, energi, dan komitmen untuk membawa Waraney TTL Minahasa Utara semakin berkembang. Sebagai penasehat, saya akan terus memberikan dukungan dan pengalaman yang saya miliki agar organisasi ini tetap berjalan sesuai marwahnya, menjaga persatuan, mengedepankan pengabdian kepada masyarakat, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keamanan dan keharmonisan daerah,” ujar Arly. (jen)
Editor : Angel Rumeen