Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Masih Soal ASF pada Babi, Ada Tim Khusus yang Akan Turun ke Daerah Ini untuk Lakukan Penanganan

Asyer Rokot • Senin, 7 Agustus 2023 | 14:45 WIB

 

Bupati Franky Donny Wongkar menghadiri Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit African Swine Fever (ASF)  pada ternak babi sekaligus pemberian bantuan disinfektan dari Pemkab.
Bupati Franky Donny Wongkar menghadiri Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit African Swine Fever (ASF)  pada ternak babi sekaligus pemberian bantuan disinfektan dari Pemkab.
 

MANADOPOST.ID—Virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang ternak babi meresahkan masyarakat Minahasa Selatan (Minsel). Bupati Minsel Franky Donny Wongkar melalui Asisten II Sekretariat Kabupaten Minsel Franky Tangkere menjelaskan gerak cepat mitigasi dan penanganan sudah dan sementara dilakukan. "Nanti akan ada kunjungan tim dari kementerian pertanian dan peternakan ke Minsel.  Khususnya balai besar dari Makassar yang bertanggung jawab umtuk Indonesia Timur mereka datang memastikan kondisi ternak babi Minsel aman dari ASF," ungkapnya.

Dia melanjutkan, arahan Gubernur Sulut dalam mengantisipasi ASF akan ditindaklanjuti. "Langkah cepat, bupati langsung datangi peternak di dua tempat. Pertama di Ranoyapo dan kedua di Paslaten Kecamatan Tatapaan," paparnya.

Di Ranoyapo lanjut dia, Kabid peternakan Minsel sudah langsung mengecek keadaan di kandang dan menganjurkan peternak melakukan penyemprotan desinfektan.

"Di sana peternak sudah memang melakukan langkah pencegahan. Antaranya, dua kali melakukan desinfektan tiap hari.  Orang yang dikandang tiap satu minggu di rolling. Pembeli pun tidak diizinkan masuk kandang. Intinya kandang sudah disterilkan ada petugas khusus yang dilakukan sesuai dengan protap," imbuhnya.

Lain menurut dia yang dilakukan di Desa Paslaten Kecamatan Tatapaan. Bupati langsung memberikan arahan kepada para peternak di balai desa. Disampaikan terkait pencegahan. Mengantisipasi agar virus tidak masuk.

"Sudah diberikan bantuan desinfektan oleh Bupati langsung. Ada diskusi juga dengan beliau menjawab pertanyaan peternak," ujarnya.

Kata dia, pemerintah tidak bisa mengintervensi harga pasaran daging babi sebab ini bukan termasuk komoditi yang diatur oleh pemerintah. "Ini kan bukan kebutuhan pokok, jadi sulit untuk di ambil alih pemerintah khususnya dalam penetapan harga jual pasaran, ontoh beras gula dan telur ini yang bisa diintervensi. Daging babi masuk pada mekanisme pasar, apabila permintaan tinggi pasti naik," jelasnya.

Dia berharap masyarakat konsumen daging babi agar memastikan ternak yang dikonsumsi betul betul sehat. Agar tidak membahayakan kesehatan. "Peternak pun diajak agar menjaga kebersihan kandang dan pantau keberadaan ternak. Hindari dulu daging babi yang dari luar. Sambil kami akan terus koordinasi mencari solusi seperti apa," pungkasnya.(*)

 

Editor : Angel Rumeen
#minahasa selatan #ternak babi #ASF Mengancam