MANADOPOST.ID - Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara (Sulut) kembali menorehkan prestasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia sektor transportasi laut.
Sebanyak 184 Perwira Siswa Pelayaran (Pasis) resmi dilantik dan diwisuda yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Dr Capt Wisnu Handoko, M.Sc, dalam sebuah seremoni penuh khidmat, sebagai bentuk pelepasan generasi baru pelaut Indonesia ke panggung pelayaran nasional dan internasional.
Direktur Poltekpel Sulut, Capt Semuel Palembangan, M.T., M.Mar, menegaskan bahwa seluruh proses pendidikan dan pelatihan di institusi ini dilaksanakan dengan mengacu pada regulasi nasional dan standar internasional.
Kurikulum dan metodologi yang diterapkan merujuk pada Undang-Undang (UU) 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU 66/2024 tentang Pelayaran, serta Konvensi Internasional STCW 1978 (Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers) yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia.
“Poltekpel Sulut berdiri sebagai institusi vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan dengan sertifikasi teknis, tetapi juga membentuk karakter pelaut yang tangguh, beretika, dan adaptif terhadap dinamika global. Wisuda tahun ini menjadi momentum penting dalam mengukuhkan peran pelaut sebagai garda depan konektivitas maritim nasional,” ujar Capt Semuel.
Dalam wisuda tahun ini, lulusan berasal dari Program Diploma III Studi Nautika dan Permesinan Kapal, serta Diklat Pelaut Peningkatan Ahli Nautika dan Teknika Tingkat II, III, IV, dan V.
Sebanyak 5 lulusan terbaik dari setiap program mendapat kehormatan tampil secara simbolis untuk menerima STPPK dan pengalungan Samir Perwira sebuah tradisi simbolik yang merepresentasikan transisi menuju dunia profesional pelayaran.
Lebih jauh, Capt Semuel menyoroti tantangan dunia pelayaran global yang semakin kompleks, termasuk transformasi digital dan pergeseran ke arah green shipping.
“Kami menyadari bahwa kapal-kapal masa depan tak lagi ditenagai semata oleh bahan bakar fosil. Saat ini industri maritim mulai mengarah pada penggunaan energi alternatif dan sistem otomasi canggih. Maka Poltekpel Sulut berkomitmen melakukan pembaruan teknologi pembelajaran, peningkatan kapasitas instruktur, dan penguatan kemitraan dengan industri pelayaran berwawasan lingkungan,” ungkapnya.
Untuk itu, Poltekpel Sulut secara bertahap menerapkan integrasi teknologi informasi dalam proses belajar, serta memperkuat materi kurikulum berbasis sustainability, maritime safety, dan digital navigation systems, guna melahirkan lulusan yang mampu bersaing secara global.
Capt Semuel juga menekankan bahwa lulusan Poltekpel Sulut memiliki daya saing tinggi berkat kombinasi kompetensi teknis, ketahanan mental, serta etika profesi yang kuat. Ia menyebutkan bahwa 90% komoditas nasional diangkut melalui jalur laut, menjadikan para pelaut sebagai elemen vital dalam rantai logistik nasional maupun internasional.
“Lulusan kami bukan sekadar penggerak mesin dan navigator, tetapi juga pejuang logistik dan konektivitas nasional. Mereka membawa wajah Indonesia di lautan global. Oleh karena itu, kami pastikan setiap taruna dan taruni dibentuk untuk menjadi perwira yang tidak hanya piawai secara teknis, tapi juga matang secara moral dan sosial,” tambahnya.
Dengan komitmen terhadap pengembangan SDM maritim unggul, Poltekpel Sulut terus memperluas jaringan kerja sama strategis dengan industri pelayaran, baik dalam negeri maupun mancanegara, untuk memastikan lulusan terserap dalam dunia kerja secara optimal. Usai melantik 184 Pasis, Poltekpel Sulut menggelar Forum Grup Disccusion (FGD).
Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting dan tokoh undangan, di antaranya, Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP), Sekretaris BPSDMP, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, Bupati Minsel yang diwakili, Ketua DPRD Minsel, Kepala Kepolisian Resort Minsel, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Distrik Navigasi Bitung, Ketua Pengadilan Negeri Amurang, Kepala KSOP Kelas I Bitung, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Minsel, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Minsel, Kepala Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai Kelas II Bitung, Kepala KSOP Kelas III Manado, Kepala UPP Likupang, Kepala UPP Amurang, Otban Wilayah VIII Manado, Kepala BPTD Manado, Dansecaba Rindam XIII Merdeka, DAN POS TNI AL Arakan Minsel, Kasat Polair Polres Minsel, Pengurus DWP Poltekpel Sulut, Kapolsek Tenga, Danramil 1302-15/Tenga, Camat Tenga, Hukum Tua Desa Tawaang Timur termasuk seluruh kepala Sekolah SMK pelayaran Sulut. (ewa)
Editor : Baladewa Setlight