MANADOPOST.ID-- “Siapakah aku ini Tuhan, sehingga layak menerima semua ini?” Kalimat penuh kerendahan hati itu terlontar dari Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Selatan Glady Nova Linda Kawatu, saat menapaki 33 tahun pengabdian sebagai aparatur sipil negara (ASN), Rabu (2/10).
Perjalanan panjang selama lebih dari tiga dekade itu bukan sekadar rentetan jabatan birokratis. Ia adalah kisah tentang dedikasi, integritas, dan pengabdian tanpa pamrih, yang dituntun oleh tangan Tuhan dari langkah pertama hingga kini berdiri di puncak karier sebagai Sekkab Minsel.
“Puji Tuhan... diantar dengan keperkasaan tangan-Nya, hari ini menjejakkan kaki di 33 tahun pengabdian sebagai ASN. Kini berdiri di puncak karier, sungguh sebuah anugerah yang tak terselami,” ungkap Glady penuh syukur.
Jejak panjang perjalanan Glady dimulai sejak bangku sekolah. Juara kelas sejak SD hingga SMA, bahkan meraih predikat Mahasiswa Berprestasi Fakultas Hukum Unsrat, menjadi modal awal dalam mengarungi dunia birokrasi. Aktivitasnya sebagai pengurus OSIS, Senat Mahasiswa, dan organisasi kepemudaan mengasah kepemimpinan dan kepekaan sosial sejak dini.
Meski sempat berkarier di dunia swasta sebagai Personal Manager Kawanua City Hotel, panggilan hati untuk mengabdi sebagai abdi negara membawanya menapaki jalan lain. “Itu bukan keputusan mudah. Tapi didikan orang tua untuk selalu memberi yang terbaik membuat saya menekuni profesi ini dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Dedikasi itu dibalas dengan berbagai pencapaian. Ia mendapat beasiswa tugas belajar S2 Ilmu Politik UGM, menjadi peserta terbaik dalam setiap diklat struktural, hingga tercatat sebagai pejabat eselon II termuda saat dipercaya menjadi Kadis Infokom Kabupaten Minahasa.
Pengabdiannya tak hanya berhenti di satu tempat. Glady pernah mengemban amanah di tiga wilayah pemerintahan berbeda. Di Pemprov Sulut, ia dipercaya sebagai Kasub Peranan Wanita Biro Bina Sosial, Kepala Biro Organisasi, Kepala Biro Hukum, hingga Sekretaris DPRD Sulut.
Di Kabupaten Minahasa, ia menempati posisi strategis sebagai Kabag Humas, Kadis Infokom, dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. Kini, di tanah kelahiran Minahasa Selatan, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai Sekretaris Daerah.
“Semua keberhasilan itu bukan karena kuat atau gagahnya kita, tetapi murni karena anugerah Tuhan Sang Pemilik Kehidupan,” ujarnya lirih.
Di balik setiap pencapaian, Glady tak lupa menyebut keluarga sebagai sumber kekuatan. Ia mengucapkan terima kasih kepada sang suami Pnt. Dr. Dani Pinasang, anak-anak tercinta Delano Pinasang dan Kelly Johanis, serta cucu-cucu kesayangan Hayden dan Hanzel.
“Terima kasih atas kasih dan pengertian yang melampaui batas langit. Terima kasih juga kepada rekan kerja, staf, dan seluruh pimpinan atas dukungan yang tak terbahasakan,” ungkapnya.
Tak lupa, Glady mendedikasikan seluruh pencapaian ini kepada kedua orang tuanya yang telah berpulang, Pnt. Ernst Paulus Kawatu – Syamas Syntiche Eva Watung, serta Pnt. Albert Pinasang – Pnt. Rofiel Komaling.
Kini, di ujung pengabdiannya, Glady bertekad menjaga profesionalitas dan integritas sebagai wujud iman kepada Tuhan. “Saya ingin tetap bekerja makin paripurna, hidup berkenan kepada-Nya, dan tiba di dermaga kedamaian dengan selamat,” tuturnya.
Bagi Glady, menjadi ASN bukan sekadar profesi. Itu adalah panggilan hidup untuk melayani, membangun negeri, dan menjadi berkat bagi banyak orang bahkan di tengah badai sekalipun.
“Tuhan Yesus baik. Segala hormat dan pujian hanya bagi Dia, Pemilik semesta,” tutupnya. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot