MANADOPOST.ID-- Kinerja ekonomi Minahasa Selatan kembali mencatat prestasi membanggakan. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara tanggal 3 November 2025, Kabupaten Minahasa Selatan menempati posisi daerah dengan inflasi terendah se-Sulut pada Oktober 2025.
BPS mencatat inflasi year-on-year (y-o-y) Minsel berada pada 0,66 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,15. Angka ini jauh berada di bawah rata-rata Provinsi Sulawesi Utara yang mencatat 1,48 persen, dan juga lebih rendah dari kota dengan inflasi tertinggi di Sulut, Kota Kotamobagu, yang mencapai 1,90 persen.
Capaian ini menegaskan kemampuan Minsel menjaga stabilitas harga dan mengendalikan gejolak ekonomi, terlebih menjelang periode akhir tahun di mana tekanan harga biasanya meningkat.
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, serta kolaborasi lintas instansi yang selama ini terus menjaga ritme kerja pengendalian inflasi.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus bekerja memastikan pasokan pangan terjaga, distribusi lancar, dan masyarakat tidak terbebani lonjakan harga,” ujar Wongkar.
Menurutnya, keberhasilan ini juga tidak lepas dari program-program strategis daerah, termasuk Gerakan Marijo Batanam dan berbagai langkah penguatan ketahanan pangan lokal.
“Kami tidak hanya menekan inflasi, tetapi memastikan ketahanan pangan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat tetap kuat. Ini bukti bahwa disiplin fiskal, kerja lapangan, dan sinergi dengan berbagai pihak membuahkan hasil nyata,” tambahnya.
Bupati turut mengingatkan jajarannya agar tetap siaga menghadapi potensi kenaikan kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru.
“Prestasi ini harus dipertahankan. Pemantauan harga di lapangan akan terus diperketat, operasi pasar digiatkan, dan kerja sama dengan petani serta pelaku usaha akan semakin diperkuat,” tegasnya.
Dengan capaian inflasi terendah di Sulut, Minsel kembali menegaskan posisinya sebagai daerah dengan stabilitas ekonomi yang kuat, pengelolaan fiskal yang disiplin, dan kebijakan publik yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot