MANADOPOST.ID-- Permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) yang semakin kompleks di Minahasa Selatan (Minsel) disikapi serius oleh Pemerintah Kabupaten. Rabu (26/11), Bupati Minsel Franky Donny Wongkar (FDW), secara resmi membuka Rapat Koordinasi Forum Lintas Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Tahun 2025 di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Bupati Minsel.
Rapat ini digelar dalam rangka meningkatkan sinergisitas antar instansi dan merumuskan solusi konkret dari berbagai isu krusial LLAJ di Minsel.
Dalam sambutannya, Bupati FDW menegaskan bahwa LLAJ adalah masalah lintas sektor yang tidak bisa diselesaikan sendiri. Ia merujuk pada amanat UU Nomor 22 Tahun 2009, yang menekankan koordinasi untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, lancar, tertib, dan terjamin keselamatannya.
“Permasalahan LLAJ memang masalah yang cukup kompleks untuk diselesaikan. Baik itu masalah ego sektoral instansi, sarana prasarana, hingga perkembangan masyarakat,” ujar FDW. “Oleh karena itu, perlu adanya pemikiran dan tindakan nyata secara kolektif,” sambungnya.
Bupati FDW secara khusus menyoroti beberapa tantangan utama yang harus segera dipecahkan oleh FLLAJ Minsel, yang keanggotaannya diatur dalam SK Bupati Nomor 336 Tahun 2025.
Tantangan tersebut meliputi: Masih adanya Titik Rawan Kecelakaan (Black Spot). Kebutuhan peningkatan sarana keselamatan jalan (rambu, PJU, marka). Permasalahan kendaraan “Over Dimension Over Loading” (ODOL). Kebutuhan fasilitas terminal angkutan umum yang representatif. Isu trayek angkutan umum, penataan parkir, dan kondisi Ruas Jalan Trans Sulawesi.
Bupati FDW berharap seluruh anggota Forum dapat mensinergikan fungsi dan peran mereka serta menghasilkan rekomendasi program-program yang konkrit dan terpadu.
“Melalui rapat forum ini, kiranya akan menghasilkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut khususnya sarana prasarana keselamatan, rekayasa lalu lintas, serta penataan angkutan umum,” kuncinya.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah stakeholder penting, termasuk Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Minsel Iptu Lucky Pangaribuan, perwakilan Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sulut Dony Prasetio, hingga Akademisi dari UNSRAT Windy J. Mononimbar. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot