MANADOPOST.ID— Upaya menekan angka stunting kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Hal ini ditegaskan Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Calon Pelatih Stunting bagi Guru PAUD yang digelar di Grand Whiz Hotel Manado, Selasa (2/12).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Minsel ini melibatkan 17 peserta dari Minahasa Selatan masing-masing mewakili 17 kecamatan. Langkah tersebut merupakan usulan Kepala Bidang PAUDNI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Minsel agar seluruh kecamatan memiliki pelatih kompeten dalam percepatan penurunan stunting.
Dalam sambutannya, Bupati FDW menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Minsel yang telah melaksanakan kegiatan tersebut.
“Saya berterima kasih dan mengapresiasi Disdik Minsel. Persoalan stunting jika dilakukan secara terpadu oleh perangkat daerah terkait, saya yakin hasilnya akan maksimal,” kata Bupati.
Saat ini angka stunting di Minahasa Selatan tercatat 28,1 persen. Kecamatan dengan kasus tertinggi adalah Kumelembuai.
Bupati FDW juga menyoroti penyebab utama stunting termasuk pernikahan dini, yang berdampak pada kesiapan keluarga dalam memenuhi gizi dan kesehatan anak.
“Ini harus ditangani secara terpadu. Tidak bisa hanya satu dinas, semuanya harus bergerak," tegasnya.
Data terbaru menunjukkan total 293 balita di Minsel masuk kategori stunting angka yang sempat turun ke 289 bulan sebelumnya, namun kembali meningkat.
Melihat perkembangan tersebut, Bupati FDW menegaskan perlunya kerja sama lintas sektor.
“Menghadapi persoalan stunting kita harus malendong harus kerja sama. Saya yakin angka ini akan turun,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati kembali menegaskan target tegas pemerintah daerah.
“Saya menargetkan kepada perangkat daerah terkait, Desember ini stunting harus 20 persen. Karena itu kita punya program Orang Tua Asuh Stunting di Minsel,” jelasnya.
Program tersebut mengajak setiap pejabat dan ASN untuk menjadi pendamping langsung bagi anak stunting, memastikan kebutuhan gizi dan kesehatan anak terpenuhi.
Bupati FDW berharap kegiatan pelatihan ini menjadi multiplier effect di seluruh kecamatan.
“Mudah-mudahan ilmu dan pengetahuan yang didapat dapat dibagikan. Apa yang pelatih sampaikan disimak dan diterapkan di lapangan,” pesan Bupati.
Pelatihan calon pelatih stunting bagi guru PAUD ini menjadi langkah penting. PAUD adalah layanan pendidikan paling dekat dengan anak dan orang tua, sehingga guru menjadi ujung tombak dalam pencegahan stunting sejak dini.
Melalui kehadiran pelatih di 17 kecamatan, Pemkab Minsel berharap seluruh desa/kelurahan dapat memiliki pendamping yang kompeten dalam edukasi gizi, pencegahan pernikahan dini, serta peningkatan pola asuh keluarga.
Turut hadir Kepala Bidang PAUDNI Calvin Mamoto, para Nara sumber Nike Herlina Kumayas dan Sofitje Lumenta. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot