MANADOPOST.ID— Proyek pembangunan pengaman pantai di Kelurahan Ranoyapo, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kini mulai memberi manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Selain berfungsi melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi, infrastruktur yang telah rampung dikerjakan ini juga menghadirkan ruang baru bagi warga untuk beraktivitas di sekitar pantai.
Proyek yang dilaksanakan oleh PT Duta Bangunan Jaya Sopang atas penugasan dari SNVT PJSA Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I tersebut menghadirkan konstruksi pengaman pantai yang kokoh sekaligus menata kembali kawasan pesisir Ranoyapo agar lebih rapi dan tertata.
Pantauan di lokasi menunjukkan area pengaman pantai kini terlihat lebih bersih dan nyaman.
Susunan konstruksi yang rapi serta akses di sekitar lokasi membuat kawasan tersebut mulai dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari bersantai hingga berfoto.
“Bisa jadi destinasi wisata,” ujar beberapa warga yang ditemui di sekitar lokasi.
Warga menilai keberadaan bangunan pengaman pantai tersebut memberi daya tarik baru bagi kawasan pesisir Ranoyapo.
Selain meningkatkan keamanan wilayah dari ancaman abrasi, infrastruktur ini juga membuka peluang pengembangan potensi kawasan, khususnya pariwisata berbasis pesisir.
Dengan kondisi pantai yang lebih tertata dan aman, masyarakat berharap kawasan tersebut ke depan dapat berkembang sebagai ruang publik.
"Sekaligus destinasi wisata baru di Amurang," tutur sejumlah warga.
Meski pekerjaan fisik telah selesai, saat ini proyek tersebut masih berada dalam tahap pemeliharaan.
Pada fase ini, pengawasan dan perawatan tetap dilakukan guna memastikan kualitas bangunan tetap terjaga.
Tahap pemeliharaan menjadi bagian penting dalam proses pembangunan infrastruktur.
Melalui tahap ini, kualitas konstruksi dapat terus dipantau sehingga fungsi bangunan tetap optimal dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Warga pun berharap kawasan pengaman pantai Ranoyapo dapat terus dijaga kebersihan dan keamanannya.
Dengan begitu, selain berfungsi sebagai pelindung wilayah pesisir, lokasi tersebut juga berpotensi berkembang menjadi ruang publik sekaligus destinasi wisata baru di Amurang. (*)
Editor : Gregorius Mokalu