MANADOPOST.ID-- Nama James Tombokan menjadi salah satu figur kunci dalam memastikan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Minahasa Selatan berjalan secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran.
Sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), ia memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas fiskal daerah sekaligus mengawal berbagai program pembangunan yang dicanangkan pemerintah.
Sosok yang dikenal teliti dan responsif ini memiliki pengalaman panjang di birokrasi. Sebelum menjabat sebagai Kaban BPKAD, Tombokan tercatat pernah mengemban tugas sebagai Asisten III selama kurang lebih delapan tahun. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memahami dinamika tata kelola pemerintahan, khususnya di bidang administrasi dan keuangan.
Kini, memasuki kurang lebih empat tahun memimpin BPKAD Minahasa Selatan, ia terus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Mulai dari tahap perencanaan anggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan, semuanya dikawal dengan prinsip kehati-hatian serta mengacu pada regulasi yang berlaku.
Di bawah kepemimpinannya, BPKAD Minsel berkomitmen menghadirkan tata kelola keuangan yang tidak hanya akuntabel, tetapi juga transparan dan berorientasi pada hasil. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Tak hanya itu, James Tombokan juga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kepemimpinan Bupati Franky Donny Wongkar bersama Wakil Bupati Theodorus Kawatu. Ia memastikan seluruh kebijakan keuangan daerah selaras dengan visi dan misi pemerintah daerah.
“Kami berkomitmen untuk mendukung penuh setiap program strategis Bupati dan Wakil Bupati, khususnya dalam hal pengelolaan anggaran yang efektif dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Peran BPKAD sendiri menjadi semakin vital dalam memastikan berbagai program prioritas daerah dapat berjalan optimal, mulai dari pembiayaan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, hingga kesejahteraan aparatur dan masyarakat.
Dalam berbagai kesempatan, ia juga menekankan pentingnya percepatan realisasi anggaran sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Proses pencairan anggaran pun terus dioptimalkan agar berjalan tepat waktu dan sesuai mekanisme, termasuk dalam pembayaran hak-hak ASN seperti gaji dan tunjangan.
Selain fokus pada aspek tata kelola keuangan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan BPKAD juga menjadi perhatian. Hal ini dinilai penting untuk menjawab tantangan pengelolaan keuangan yang semakin kompleks di era modern.
Dengan pendekatan yang profesional dan berorientasi pada hasil, James Tombokan menjadi salah satu motor penggerak dalam menjaga kredibilitas pengelolaan keuangan daerah di Minahasa Selatan.
Melalui kepemimpinannya, BPKAD tidak hanya berfungsi sebagai pengelola anggaran, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot