MANADOPOST.ID-- Membangun desa tidak bisa dilakukan dengan cara sporadis. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Hukum Tua Desa Wiau Lapi, Kecamatan Tareran, Ferry Kumendong. Sejak dipercayakan memimpin desa tersebut, sosok yang dikenal low profile namun eksekutor ini, terus membawa perubahan signifikan melalui garis koordinasi yang tegak lurus dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.
Di mata masyarakat Wiau Lapi, Ferry Kumendong bukan sekadar administrator negara. Ia dikenal sebagai sosok pamong yang kerap turun langsung ke lapangan. Baginya, menjadi Hukum Tua adalah pengabdian 24 jam.
“Pemimpin desa harus tahu apa yang dirasakan warga di kebun, apa yang dikeluhkan di pasar, dan apa yang dibutuhkan anak-anak sekolah. Itulah inti dari pelayanan prima,” ungkapnya dalam satu kesempatan.
Salah satu poin kuat kepemimpinan Kumendong adalah kepiawaiannya menyelaraskan Dana Desa dengan visi besar Minsel. Ia memastikan bahwa setiap program di Desa Wiau Lapi merupakan derivasi dari program strategis Bupati dan Wakil Bupati Minsel.
Sinergitas ini terlihat nyata dalam beberapa sektor unggulan:
Ketahanan Pangan: Mendukung program kabupaten dengan optimalisasi lahan perkebunan di Wiau Lapi agar menjadi lumbung pangan lokal.
Infrastruktur Kerakyatan: Pembangunan jalan sentra produksi yang memudahkan akses petani, selaras dengan misi pemerataan pembangunan infrastruktur di Minsel.
Pemberdayaan SDM: Pemanfaatan insentif dan bantuan sosial yang tepat sasaran, memastikan tidak ada warga Wiau Lapi yang tercecer dari program kesejahteraan Pemkab.
Ferry juga dikenal sangat kaku soal aturan transparansi. Baginya, kepercayaan masyarakat adalah modal utama pembangunan. Papan informasi proyek dan keterbukaan dalam musyawarah desa (Musdes) menjadi standar yang tidak bisa ditawar di masa kepemimpinannya.
“Kami di desa adalah ujung tombak Pemkab Minsel. Jika sinergi antara desa dan kabupaten berjalan baik, maka muaranya adalah kesejahteraan masyarakat. Wiau Lapi harus terus berakselerasi untuk mendukung Minsel menjadi kabupaten yang hebat dan berdaya saing,” tegas Kumendong.
Ke depan, Ferry Kumendong berkomitmen menjadikan Wiau Lapi sebagai desa digital yang mandiri tanpa meninggalkan kearifan lokal Mapalus. Dengan semangat gotong royong yang kuat dan dukungan penuh terhadap program strategis Pemkab Minsel, Wiau Lapi optimis menatap masa depan sebagai salah satu desa percontohan di Kecamatan Tareran. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot