Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Modoinding Bisa Jadi Ikon Wisata, Tapi Masih Dibiarkan Jalan Sendiri

ALengkong • Rabu, 1 April 2026 | 13:04 WIB
Danau di Modoinding. (Jkalengkongan)
Danau di Modoinding. (Jkalengkongan)

Manadopost.id - Modoinding merupakan salah satu kawasan dengan potensi paling lengkap di Sulawesi Utara. Alamnya indah, udaranya sejuk, hasil pertaniannya besar, dan kehidupan masyarakatnya masih autentik.

Namun, potensi sebesar ini belum diikuti dengan pengembangan yang serius, terutama dari sisi infrastruktur, promosi, dan pengelolaan wisata yang terintegrasi. Akibatnya, Modoinding masih “hidup” sebagai daerah produksi, tetapi belum berkembang sebagai destinasi.

Modoinding terletak di Kabupaten Minahasa Selatan, berada di ketinggian sekitar 1.000–1.100 meter di atas permukaan laut. Kondisi ini membuat wilayahnya memiliki suhu sejuk dan sangat cocok untuk pertanian hortikultura.

Sejak lama, Modoinding dikenal sebagai pusat produksi sayur dan rempah di Indonesia Timur. Aktivitas pertanian menjadi identitas utama masyarakat, dan hampir seluruh kehidupan ekonomi bergantung pada sektor ini.

Di sisi lain, karakter geografisnya—perbukitan hijau, udara dingin, dan lanskap luas—membuat kawasan ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai agrowisata, wisata alam, wisata edukasi, hingga wisata religi. Namun hingga saat ini, potensi tersebut belum dimaksimalkan.

Menurut salah satu warga asli sekaligus pelaku usaha di Modoinding, Bpk. Jusuf Kalengkongan, potensi besar kawasan ini selama ini belum benar-benar dilihat sebagai kekuatan pariwisata. Ia menilai, baik pelaku pariwisata, masyarakat, maupun pemerintah, belum sepenuhnya melirik Modoinding sebagai daerah dengan nilai jual wisata yang mampu mendatangkan devisa bagi masyarakat lokal maupun pemerintah daerah.

“Baik pelaku pariwisata, masyarakat dan pemerintahnya belum melirik ini menjadi satu daerah dengan nilai jual pariwisata yang berpotensi mendatangkan devisa bagi masyarakat lokal maupun pemerintah daerah. Untuk itu dari berbagai elemen masyarakat sangat diharapkan ada kegiatan konkret untuk menopang daerah wisata ini. Semoga saja,” ujar Jusuf Kalengkongan.

Jusuf Kalengkongan
Jusuf Kalengkongan

 

Data menunjukkan, Modoinding bukan hanya penting secara lokal, tetapi juga nasional. Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian pada 2020 menetapkan kawasan ini sebagai wilayah pengembangan hortikultura nasional. Komoditas utama seperti kentang, kubis, wortel, dan bawang daun menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat.

Besarnya peran Modoinding juga terlihat dari kapasitas lahannya. Data Kementerian Pertanian RI tahun 2020 mencatat potensi lahan hortikultura di kawasan ini mencapai sekitar 6.000 hektare. Skala tersebut menunjukkan bahwa Modoinding tidak hanya kuat sebagai sentra produksi, tetapi juga memiliki ruang besar untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata dan wisata edukasi.

Dari sisi ekonomi, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung utama kehidupan masyarakat. Badan Pusat Statistik Minahasa Selatan tahun 2023 mencatat pertanian sebagai sektor dominan dalam struktur ekonomi daerah, dengan sebagian besar penduduk menggantungkan penghidupan pada sektor ini.

Di sisi lain, Modoinding juga memiliki posisi strategis dalam komoditas nasional. Direktorat Jenderal Hortikultura pada 2020 menempatkan kawasan ini sebagai salah satu sentra produksi kentang nasional. Hal ini menunjukkan bahwa Modoinding sebenarnya sudah memiliki identitas kuat di sektor pertanian.

Namun, kekuatan tersebut hingga kini masih lebih banyak berhenti pada fungsi produksi. Padahal, identitas sebagai daerah pertanian besar dapat diperluas menjadi daya tarik wisata berbasis pengalaman, seperti agrowisata, wisata edukasi, hingga wisata pedesaan yang melibatkan aktivitas langsung di kebun.

Di sisi lain, potensi wisata Modoinding memang belum dikelola secara optimal. Dokumen RPJMD Kabupaten Minahasa Selatan 2021–2026 mencatat sejumlah kendala mendasar, mulai dari akses jalan di beberapa titik yang belum memadai, fasilitas wisata yang terbatas, hingga belum adanya sistem pengelolaan pariwisata yang terintegrasi.

Kondisi ini menempatkan Modoinding di persimpangan. Di satu sisi, kawasan ini memiliki alam yang kuat, ekonomi yang hidup, identitas yang jelas, dan budaya masyarakat yang masih terjaga. Namun di sisi lain, semua potensi tersebut belum sepenuhnya diarahkan menjadi kekuatan wisata yang utuh.

Karena itu, pertanyaan besar bagi Modoinding hari ini bukan lagi soal apakah daerah ini memiliki potensi, melainkan kapan potensi tersebut benar-benar dikelola dengan serius.

Di tengah tren wisata yang kini mengarah pada pengalaman yang tenang, alami, dan autentik, Modoinding sebenarnya sudah memiliki semua yang dibutuhkan. Yang masih kurang hanyalah arah pengembangan yang terintegrasi, agar kawasan ini tidak terus berhenti sebagai penghasil, tetapi juga mampu naik kelas sebagai destinasi.

Editor : ALengkong
#industri pangan #minahasa selatan #Infrastruktur #modoinding #Jusuf Kalengkongan