Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sinergi Sasa dan IPB: Perkuat Rantai Pasok Kelapa Minsel Lewat Kolaborasi Pentahelix

Asyer Rokot • Selasa, 7 April 2026 | 16:29 WIB
SINERGI: PT Sasa dan IPB saat melaksanakan focus group discussion (FGD).
SINERGI: PT Sasa dan IPB saat melaksanakan focus group discussion (FGD).

 

MANADOPOST.ID-- Masa depan industri kelapa di Sulawesi Utara, terutama di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), kini memasuki babak baru. 

PT Sasa Inti (Sasa), sebagai pemain utama industri pengolahan kelapa yang mengoperasikan fasilitas di Minsel, mempertegas komitmennya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem kelapa nasional melalui kolaborasi strategis dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Bogor pada 7 April 2026, Sasa dan IPB membahas penguatan kapasitas sistem rantai pasok dan model kemitraan penyediaan bahan baku melalui kerja sama pentahelix. 

Langkah ini menjadi krusial mengingat Minsel merupakan salah satu sentra produksi kelapa nasional dengan luas perkebunan mencapai 47.164 hektar dan total produksi sekitar 42.209 ton per tahun.

Bagi Sasa, kelapa bukan sekadar bahan baku industri, melainkan sumber penghidupan utama bagi ribuan masyarakat di Bumi Nyiur Melambai. Chief Manufacturing Officer PT Sasa Inti, Ir. H. Snowerdi Sumardi, M.M., menekankan bahwa penguatan rantai pasok harus memberikan nilai tambah yang adil bagi petani.

"Keberlanjutan rantai pasok tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan petani. Kami mendorong kemitraan jangka panjang yang berfokus pada peningkatan produktivitas, kualitas panen, dan kepastian serapan hasil petani," ujar Rida Atmiyanti, Head of Stakeholder Relation PT Sasa Inti.

Program pemberdayaan yang digagas Sasa di Minahasa Selatan sejak 2024 mencakup berbagai inisiatif strategis.

Hilirisasi Produk: Mengelola fasilitas pengolahan lokal untuk memperkuat nilai tambah komoditas kelapa Minsel.

Edukasi Agronomi: Memberikan pendampingan teknis berbasis praktik modern kepada petani binaan untuk meningkatkan kualitas panen.

Akses Pendanaan: Berperan aktif sebagai fasilitator akses dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) guna memperkuat kapasitas produksi petani.

Kolaborasi ini mendapat apresiasi tinggi dari kalangan akademisi. Guru Besar IPB, Prof. Dr. A. Faroby Falatehan, SP, ME, menyatakan bahwa kemitraan akademisi-industri seperti yang dilakukan Sasa dan IPB dapat mempercepat hilirisasi berbasis riset sekaligus mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Dengan sinergi ini, diharapkan stabilitas pasokan dan harga kelapa di tingkat petani tetap terjaga, meskipun persaingan industri pengolahan di wilayah sentra produksi semakin meningkat. (Asyer Rokot)

Editor : Asyer Rokot
#minahasa selatan #PT Sasa Inti #Minsel #IPB