MANADOPOST.ID-- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi, khususnya pada sektor pangan yang menjadi pemicu utama kenaikan harga di daerah. Wakil Bupati Minahasa Selatan, Theodorus Kawatu, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi secara daring, Senin (13/4), dari Kantor Bupati Minsel.
Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI, Tomsi Tohir, ini menjadi forum penting dalam menyinkronkan langkah pusat dan daerah untuk menjaga stabilitas harga serta menekan laju inflasi.
Bagi Minsel, isu inflasi bukan sekadar angka. Stabilitas harga pangan dinilai sangat menentukan daya beli masyarakat, terlebih di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi pasokan.
“Pengendalian inflasi harus dilakukan secara terukur dan terpadu, terutama pada komoditas pangan yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Theodorus Kawatu.
Dalam rakor tersebut, pemerintah pusat juga menghadirkan Plt Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Popy Rufaidah, yang memaparkan strategi penguatan pengendalian inflasi berbasis data dan intervensi cepat di daerah.
Pemkab Minsel sendiri menegaskan komitmen untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pengawasan distribusi pangan, ketersediaan stok, hingga intervensi pasar jika terjadi lonjakan harga.
Turut mendampingi Wabup, jajaran perangkat daerah strategis seperti Kepala Dinas Pangan Ingie Tengor, Kepala Dinas Pertanian Feybie Pusung, serta instansi teknis lainnya yang berperan langsung dalam pengendalian inflasi daerah.
Selain itu, Kepala BPS Minsel Irena Listianawati turut hadir untuk memastikan dukungan data yang akurat dalam pengambilan kebijakan.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, Pemkab Minsel optimistis mampu menjaga stabilitas harga, menekan inflasi, dan melindungi daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang dinamis. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot