Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kecelakaan Berulang di Munte, Warga Desak Gubernur Bangun Terowongan Tanawangko–Maruasey Atau Percepat Tol Manado-Amurang 

Asyer Rokot • Selasa, 14 April 2026 | 17:44 WIB
BUTUH PERHATIAN: Kecelakaan yang terjadi di ruas jalan trans Sulawesi tepatnya tanjakan Munte -Maruasey.
BUTUH PERHATIAN: Kecelakaan yang terjadi di ruas jalan trans Sulawesi tepatnya tanjakan Munte -Maruasey.

 

MANADOPOST.ID-- Rentetan kecelakaan di jalur rawan Desa Munte kembali memicu gelombang desakan publik. Warga Minahasa Selatan hingga Bolmong Raya meminta pemerintah provinsi segera menghadirkan solusi permanen, mulai dari pembangunan terowongan Tanawangko–Maruasey hingga percepatan proyek tol Manado–Amurang.

Desakan ini mencuat usai insiden truk tangki BBM yang terguling di tanjakan Munte, yang kembali mengingatkan masyarakat pada tingginya risiko di jalur tersebut.

Sejumlah warga Sulawesi Utara menyuarakan keprihatinan mereka melalui media sosial Manado Post pada berita truk tangki BBM yang terjadi (14/4). Andris Andy Wenas menilai pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat kondisi yang terus memakan korban.

“Pak Gubernur jangan tinggal diam. Ajak dialog dengan DPR RI untuk bangun jalan baru yang tidak lagi naik turun gunung. Di situ sudah banyak orang mati,” tulisnya.

Senada, Rommy Poluan mengusulkan opsi pembangunan terowongan sebagai solusi jangka panjang yang dinilai lebih realistis dibandingkan proyek tol.

“Bisa dipertimbangkan membuat jalan terowongan, mungkin lebih murah daripada tol Manado-Amurang,” ungkapnya.

Sementara Daniel Yani Orandani Arrung menegaskan bahwa pemerintah sudah saatnya menghadirkan jalur alternatif guna menekan angka kecelakaan.

“Sudah banyak kejadian. Ini harus jadi perhatian serius,” tulisnya.

Sorotan serupa datang dari Maxi Willy Tandaju yang meminta para pemangku kepentingan tidak lagi menunda penanganan.

“Jalan ini sudah menelan banyak korban. Jangan hanya dilihat dan dibiarkan. Tolong perhatikan,” ujarnya.

Bahkan, Syane Sepang Mangala menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. “Nyawa yang lebih penting,” singkatnya.

Jalur Munte sendiri dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Minahasa Selatan, terutama bagi kendaraan berat. Kontur jalan yang menanjak dan menurun tajam, ditambah kondisi tertentu seperti rem blong, kerap menjadi pemicu insiden.

Kondisi ini memperkuat urgensi pembangunan infrastruktur alternatif yang lebih aman dan representatif.

Kini, publik menunggu langkah konkret pemerintah, apakah melalui pembangunan terowongan Tanawangko–Maruasey atau percepatan realisasi tol Manado–Amurang, guna menjawab keresahan masyarakat yang sudah lama terjadi. (Asyer Rokot)

Editor : Asyer Rokot
#terowongan Tanawangko-Maruasey #Munte #kecelakaan #Tol Manado-Amuran