MANADOPOST.ID-- Kabupaten Minahasa Selatan resmi mencatatkan namanya dalam peta perdagangan global yang lebih efisien. Melalui peluncuran ekspor perdana produk olahan kelapa ke Guangzhou, China, Selasa (28/4/2026), Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan sinyal kuat bahwa era ketergantungan pada pelabuhan transito besar mulai berakhir.
Wakil Gubernur Sulut, Dr. Victor Mailangkay, yang hadir melepas kontainer milik Koperasi Kakap Merah Jaya di Desa Kapitu, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi Direct Call atau pelayaran langsung ke China. Langkah ini merupakan terobosan untuk memangkas biaya logistik yang selama ini menjadi beban bagi pelaku usaha di daerah.
"Pak Gubernur sudah siapkan program Direct Call langsung ke China. Kita sudah uji coba tanggal 8 April lalu, dan tanggal 5 Mei akan ada lagi yang masuk langsung ke sana," ujar Mailangkay saat memberikan keterangan usai kegiatan.
Selama ini, komoditas asal Sulawesi Utara seringkali harus melewati pelabuhan di Makassar atau Surabaya sebelum menuju negara tujuan. Namun, Wagub menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi sedang mengupayakan standarisasi biaya di pelabuhan lokal agar setara dengan pelabuhan-pelabuhan besar tersebut.
"Biaya tambat kapal dan biaya pandu sedang dipikirkan matang oleh Pak Gubernur agar tidak mahal. Minimal harus sama dengan Makassar dan Surabaya supaya produk kita kompetitif," tegasnya di hadapan jajaran Pemkab Minsel dan perwakilan kementerian.
Ekspor yang dilepas kali ini mencakup produk Huck Chip, Peat Block, dan Coco Fiber turunan kelapa yang selama ini dianggap limbah namun memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional. Wagub mengingatkan bahwa kualitas kelapa Minsel adalah salah satu yang terbaik, sehingga keberlanjutan produksi menjadi harga mati.
Beliau menargetkan frekuensi pengiriman ini akan meningkat secara bertahap. Jika saat ini dimulai dengan jadwal dua kali sebulan pada periode Juni-Juli, target akhirnya adalah pengiriman rutin setiap minggu.
"Jangan berhenti di sini. Ini harus berkelanjutan. Potensi kita besar, tapi jangan lupakan juga pemenuhan kebutuhan lokal," tutup Mailangkay sambil berpesan agar para petani di Minsel terus menjaga produktivitas "emas hijau" mereka.
Langkah ekspor ini menjadi bukti sinergi kuat antara Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, Wakil Bupati Theodorus Kawatu, serta dukungan penuh dari Kementerian UMKM RI untuk membawa produk desa naik kelas ke kancah internasional. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot