Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Awalnya Lemas, Berakhir Cuci Darah!

ALengkong • Kamis, 30 April 2026 | 14:41 WIB
Awalnya Cuma Lemas dan Mual, Ternyata Berujung Cuci Darah Seumur Hidup!
Awalnya Cuma Lemas dan Mual, Ternyata Berujung Cuci Darah Seumur Hidup!
mpmeta

 

Manadopost.id - Hendra Kaligis, warga Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, merasakan langsung manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat menjalani proses cuci darah.

Ia mengaku tidak lagi khawatir terhadap biaya pengobatan karena seluruh layanan yang dijalaninya ditanggung oleh program tersebut.

Hendra menjelaskan bahwa kehadiran JKN tidak hanya memberikan akses layanan kesehatan, tetapi juga menjadi penopang penting bagi pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang.

Gejala awal penyakitnya mulai dirasakan pada akhir tahun 2018 ketika kondisi tubuhnya menurun drastis.

Ia mengalami muntah, tubuh lemas, wajah pucat, sulit tidur, serta tekanan darah yang terus meningkat.

Kondisi tersebut membuatnya harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Setelah menjalani pemeriksaan, hasil laboratorium menunjukkan kadar kreatinin dalam darahnya mencapai angka 4, jauh di atas batas normal sekitar 1,3.

Temuan itu mengindikasikan adanya gangguan serius pada fungsi ginjal yang diduga dipicu oleh hipertensi, asam urat, serta tingginya kadar kolesterol dan trigliserida.

Sejak saat itu, Hendra diwajibkan menjalani kontrol kesehatan secara rutin setiap bulan serta mengikuti berbagai terapi dan pengobatan sesuai anjuran dokter.

Namun setelah hampir tiga tahun menjalani pengobatan intensif, kondisi ginjalnya tidak menunjukkan perbaikan signifikan.

Kadar kreatinin yang sempat turun dari 3,5 menjadi 3,2 masih tergolong tinggi sehingga dokter merekomendasikan tindakan hemodialisis atau cuci darah.

Proses hemodialisis harus dijalani dua kali dalam seminggu atau sekitar delapan kali dalam sebulan.

Setiap tindakan diperkirakan menelan biaya sekitar Rp1,3 juta di luar kebutuhan obat, vitamin, dan konsultasi dokter.

Dalam kondisi tersebut, Hendra mengaku sangat terbantu dengan keikutsertaannya sebagai peserta aktif JKN.

Ia menegaskan bahwa tanpa JKN, dirinya akan kesulitan melanjutkan pengobatan karena biaya yang sangat besar.

Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan mengedepankan prinsip gotong royong di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit.

Hendra menilai prinsip tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupannya sebagai pasien penyakit kronis.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga keaktifan kepesertaan JKN melalui pembayaran iuran secara rutin.

Menurutnya, risiko sakit dapat datang kapan saja sehingga perlindungan kesehatan harus dipersiapkan sejak dini.

 

 

Di buat oleh: Y.M.G

Editor : ALengkong
#kabar minahasa #minahasa selatan #Berita Minahasa #Minahasa