mpmeta
Manadopost.id - Realisasi belanja APBD Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2026 hingga April masih tergolong rendah.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, realisasi belanja baru mencapai Rp 205,89 miliar atau 25,70 persen dari total pagu Rp 801,10 miliar.
Dari total belanja tersebut, porsi terbesar terserap untuk belanja pegawai yang mencapai Rp 142,69 miliar atau sekitar 69 persen.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan belanja barang dan jasa yang hanya sebesar Rp 32,29 miliar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa struktur belanja APBD Minahasa Selatan masih didominasi oleh pengeluaran untuk gaji dan tunjangan aparatur.
Sementara itu, dari sisi pendapatan daerah, realisasi hingga April tercatat sebesar Rp 197,07 miliar atau 24,85 persen dari target Rp 792,92 miliar.
Pendapatan tersebut sebagian besar berasal dari dana transfer pusat yang mencapai Rp 184,67 miliar.
Adapun kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih relatif kecil yakni sebesar Rp 11,85 miliar.
Data ini menegaskan bahwa ketergantungan Minahasa Selatan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih cukup tinggi.
Di buat oleh: Y.M.G
Editor : ALengkong