mpmeta
Manadopost.id - Sosok Ferry Daud Liando kembali menjadi perhatian publik bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang jatuh pada 25 Mei 2026.
Akademisi asal Sulawesi Utara itu dikenal sebagai salah satu pakar kepemiluan nasional yang memiliki kiprah panjang di bidang pendidikan, penelitian, dan demokrasi di Indonesia.
Ferry Liando saat ini menjabat sebagai Dekan FISIP Unsrat periode 2024–2028.
Ia lahir di Desa Malola, Motoling, Minahasa Selatan, dari keluarga petani sederhana.
Meski berasal dari latar belakang sederhana, Ferry Liando berhasil menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar doktor dan menjadi salah satu tokoh penting dalam kajian politik serta kepemiluan di Indonesia.
Sebelum aktif di dunia akademik, Ferry Liando juga pernah berkarier sebagai jurnalis.
Pengalaman tersebut dinilai turut membentuk cara pandangnya dalam melihat dinamika sosial dan politik di tengah masyarakat.
Dalam aktivitas akademiknya, ia mengajar berbagai mata kuliah seperti sistem kepartaian dan pemilu, HAM dan demokrasi, perwakilan politik, serta kebijakan publik.
Ferry Liando juga aktif bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum atau KPU RI dalam sejumlah program nasional terkait tata kelola pemilu.
Pada 2015, ia ikut membentuk konsorsium Pendidikan Pascasarjana Tata Kelola Pemilu.
Setahun kemudian, ia terlibat sebagai tim penyusun naskah akademik RUU Pemilu bersama sejumlah pakar nasional.
Selain itu, Ferry Liando juga berperan dalam penyusunan kurikulum penguatan kapasitas Bawaslu dan menjadi juri debat hukum pemilu tingkat nasional.
Ia bahkan terlibat di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP sebagai tim pemeriksa daerah dan penyusun indeks kode etik penyelenggara pemilu.
Di bidang akademik, Ferry Liando dikenal produktif menulis karya ilmiah tentang kepemiluan, demokrasi, hingga kebijakan publik.
Ratusan tulisan ilmiah yang dibuatnya telah dipublikasikan dalam bentuk jurnal, buku, dan naskah akademik.
Sejak 2017, ia juga tercatat sebagai editor Jurnal Tata Kelola Pemilu KPU RI.
Karier akademiknya semakin berkembang setelah mengikuti program Scholarship Program for Political Thought di University of Massachusetts, Amerika Serikat, pada 2015.
Sejumlah penelitian Ferry Liando membahas berbagai isu penting seperti partisipasi politik masyarakat, netralitas ASN, digitalisasi pemilu melalui aplikasi Sirekap, hingga peran Bawaslu dalam penyelesaian sengketa pilkada.
Penelitiannya juga menyoroti tata kelola kolaboratif dalam pengembangan pariwisata dan kebijakan rekrutmen panitia pemilu di tingkat lokal.
Kiprah Ferry Liando dinilai menjadi contoh bagaimana seorang akademisi daerah mampu memberikan pengaruh besar terhadap penguatan demokrasi nasional.
Ia tidak hanya aktif di dunia pendidikan, tetapi juga terlibat langsung dalam penyusunan kebijakan dan penguatan integritas sistem pemilu Indonesia.
Di buat oleh: Y.M.G