Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kisah Pemazmur Dkn Dr Deivy Tumundo MTeol, Dari W/KI GMIM Eben Haezer Treman, Berjuang Melawan Kanker, Terobos Hujan dan Macet Untuk Memuji Tuhan

Filip Kapantow • Rabu, 27 Mei 2026 | 13:32 WIB
 
 
SUKACITA MELAYANI: Dkn Dr Deivy Tumundo MTeol, peserta Lomba Baca Mazmur Kategori Seri B dari Wanita/Kaum Ibu (W/KI) GMIM Eben Haezer Treman Wilayah Minawerot, yang juga Dosen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado (tengah) bersama Ketua Komisi W/KI GMIM Eben Haezer Treman, Pnt Dr Peggy Adeline Mekel SE MA (kiri)
SUKACITA MELAYANI: Dkn Dr Deivy Tumundo MTeol, peserta Lomba Baca Mazmur Kategori Seri B dari Wanita/Kaum Ibu (W/KI) GMIM Eben Haezer Treman Wilayah Minawerot, yang juga Dosen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado (tengah) bersama Ketua Komisi W/KI GMIM Eben Haezer Treman, Pnt Dr Peggy Adeline Mekel SE MA (kiri)
 
MANADOPOST.ID - Di tengah hujan yang mengguyur dan kemacetan panjang menuju lokasi Hari Persatuan (Hapsa) W/KI Sinode GMIM 2026 di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, terselip sebuah kisah perjuangan yang menyentuh hati. 
 
Sosok itu adalah Dkn Dr Deivy Tumundo MTeol, peserta Lomba Baca Mazmur Kategori Seri B dari Wanita/Kaum Ibu (W/KI) GMIM Eben Haezer Treman Wilayah Minawerot, yang juga Dosen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado. 
 
Pada pelaksanaan lomba di Balai Desa Makaaruyen, 22 Mei 2026, banyak peserta dan pengikut mengeluhkan cuaca buruk serta kemacetan yang menghambat perjalanan. 
 
Namun keadaan tersebut tidak menyurutkan semangat Deivy Tumundo, yang diketahui sedang berjuang melawan penyakit kanker.
 
Demi tiba tepat waktu di lokasi lomba, Deivy memilih menerobos hujan menggunakan ojek. Perjalanan penuh perjuangan itu dilakukan tanpa banyak keluhan. 
 
Fokus mereka hanya satu, yakni tetap hadir untuk memuliakan Tuhan melalui pelayanan lomba baca mazmur.
 
Karena terburu-buru, Deivy bahkan lupa membawa dress dan wig yang sedianya akan digunakan saat tampil di atas panggung. 
 
Akibatnya, Deivy tampil dengan kostum seadanya. Momen paling dramatis terjadi ketika dirinya membawakan mazmur tanpa mengenakan wig, tampil apa adanya di hadapan para peserta dan jemaat yang hadir.
 
Namun justru di situlah banyak orang melihat ketulusan dan kekuatan iman yang luar biasa. 
 
Tidak sedikit yang terharu menyaksikan keberanian dan semangatnya untuk tetap melayani di tengah kondisi kesehatan yang sedang diuji.
 
Ketua Komisi W/KI GMIM Eben Haezer Treman, Pnt Dr Peggy Adeline Mekel SE MA mendampingi langsung Deivy selama kegiatan.
 
Apresiasi juga datang dari Inspektur Perlombaan Pnt Godfried 'Boy' Kolanus yang turut menyaksikan langsung perjuangan tersebut. 
 
Kisah Deivy menjadi inspirasi tersendiri di tengah semarak Hapsa W/KI GMIM 2026, bahwa pelayanan bukan soal penampilan sempurna, melainkan hati yang tetap setia memuliakan Tuhan dalam segala keadaan.
 
“Ibu Deivy itu petarung segala cuaca. Nyanda pusing mo badai apa pun di muka dia, tetap gas memuji Tuhan lewat baca mazmur. Tuhan berkati angko, Sis,” ungkap Pnt Godfried. (mpd)
 
Editor : Filip Kapantow
#Peggy Adeline Mekel #Deivy Tumundo #Peggy Mekel