MANADOPOST.ID-- Langkah strategis guna mendongkrak akselerasi pembangunan lewat sektor fiskal terus dimatangkan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Bupati Minsel, Franky Donny Wongkar (FDW), secara resmi menerima kunjungan audiensi dari Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kotamobagu yang baru, I Made Nesa Widiada.
Pertemuan hulu ke hilir yang berlangsung khidmat di ruang kerja Kantor Bupati Minsel tersebut turut dihadiri oleh jajaran Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Amurang.
Selain sebagai ajang perkenalan pimpinan baru, momentum ini menjadi jembatan krusial untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi guna meningkatkan kesadaran serta kepatuhan perpajakan di seluruh wilayah Minahasa Selatan.
"Kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini harus kita pertahankan dan tingkatkan. Melalui kolaborasi yang solid, kita dapat mengoptimalkan potensi penerimaan negara dan daerah, yang pada akhirnya akan kembali lagi untuk kesejahteraan masyarakat Minahasa Selatan," tegas Bupati Franky Donny Wongkar.
Bupati pilihan rakyat ini menyambut baik visi yang dibawa oleh jajaran pimpinan baru KPP Pratama Kotamobagu. FDW menegaskan bahwa sanksi birokrasi daerah berkomitmen penuh mendukung program edukasi hingga penegakan kepatuhan wajib pajak. Bagi top eksekutif Minsel ini, kontribusi sektor perpajakan yang optimal adalah pilar utama penyokong APBD dalam mengeksekusi program pembangunan
Di sisi lain, Kepala KPP Pratama Kotamobagu yang baru, I Made Nesa Widiada, melayangkan apresiasi tinggi atas keterbukaan dan dukungan penuh dari orang nomor satu di Minsel tersebut.
KPP Pratama Kotamobagu berjanji akan memberikan pelayanan prima serta pendampingan intensif bagi wajib pajak di Minsel melalui unit kerja KP2KP Amurang agar implementasi kebijakan perpajakan di daerah berjalan lebih efektif dan transparan.
Dalam audiensi strategis tersebut, Kepala KPP Pratama Kotamobagu turut didampingi oleh figur-figur kunci otoritas perpajakan lokal. Tampak hadir Kepala KP2KP Amurang, Tanio Efendi, beserta staf pendamping teknis, Bastian Husa dan Cindy Weol, yang siap mengawal eksekusi program di lapangan demi kesejahteraan Minahasa Selatan. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot