Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

FGD 'Exit Strategy' Upland Project Minsel Digelar di Hotel Sutan Raja 

Asyer Rokot • Kamis, 18 Juni 2026 | 17:47 WIB
RESMI: Focus Group Discussion (FGD) Penyiapan Exit Strategy dan Keberlanjutan Proyek UPLAND Kabupaten Minsel di Hotel Sutan Raja Amurang, Kamis (18/6).
RESMI: Focus Group Discussion (FGD) Penyiapan Exit Strategy dan Keberlanjutan Proyek UPLAND Kabupaten Minsel di Hotel Sutan Raja Amurang, Kamis (18/6).

 

MANADOPOST.ID-- Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Penyiapan Exit Strategy dan Keberlanjutan Proyek UPLAND Kabupaten Minsel di Hotel Sutan Raja Amurang, Kamis (18/6). Forum ini digelar guna merumuskan langkah taktis menjaga kontinuitas program pasca-berakhirnya pendanaan internasional pada 2024 lalu.

Sebagaimana diketahui, Upland Project merupakan program modernisasi pertanian dataran tinggi yang didanai oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan Islamic Development Bank (IsDB). Di Minsel, cakupan penerima manfaat program ini melonjak tajam hingga menyentuh 140 kelompok tani di tahun 2024.

Bupati Franky Wongkar dalam arahannya menyatakan, investasi fisik maupun non-fisik yang telah dikucurkan selama empat tahun (2021–2024) harus dijaga dan diintegrasikan ke dalam sistem penganggaran daerah. Langkah ini krusial mengingat sektor pertanian mendominasi 62,60 persen mata pencaharian di Minsel.

"Kita tidak ingin aset dan kelembagaan petani yang sudah bagus ini berhenti begitu saja. Lewat FGD ini, kami merumuskan rekomendasi konkret mulai dari penguatan koperasi, pemeliharaan infrastruktur, hingga pembukaan akses pasar terpadu bagi komoditas hortikultura unggulan," urai Bupati FDW.

Bupati juga menekankan pentingnya keterlibatan pihak perbankan dan sektor swasta dalam memfasilitasi permodalan dan rantai pasok pasca-proyek, agar kawasan agropolitan seperti Modoinding tetap menjadi lumbung pangan yang kompetitif.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Jalur Asisten II Frangky Tangkere, Kadis Pertanian Feybie Pusung, serta jajaran narasumber Tenaga Ahli Upland Pusat yakni Dwi Kuswantoro, Magdalena Rotinsulu, dan Dr. Johanis Wowor. Tampak pula para Hukum Tua se-Kecamatan Modoinding, perwakilan perbankan, penyuluh, serta pengurus koperasi tani setempat. (Asyer Rokot)

Editor : Asyer Rokot
#Upland Project #FDW #modoinding