MANADOPOST.ID-- Sektor pelayanan kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mendapat suntikan amunisi baru yang sangat strategis. Setelah kurang lebih sepuluh tahun absen, bumi Cita Waya Esa akhirnya kembali dipercaya oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai wahana resmi penempatan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI).
Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen dan lobi intensif yang dilakukan langsung oleh Bupati Minsel, Franky Donny Wongkar (FDW), ke jajaran Kemenkes RI dalam berbagai kesempatan.
Pada Senin (6/7), Bupati FDW secara resmi menyambut para dokter muda peserta PIDI Angkatan II Tahun 2026 yang akan mulai mengabdikan diri di wilayah Minsel. Pertemuan penuh kehangatan ini berlangsung di Kantor Bupati Minsel, Amurang.
Dalam sambutannya, Bupati FDW menegaskan bahwa kembalinya wahana PIDI ke Minsel bukan sekadar pencapaian administratif pemerintah daerah, melainkan investasi jangka panjang untuk menghadirkan pelayanan medis yang prima dan berkualitas bagi masyarakat.
"Kehadiran para dokter internsip ini akan memperkuat kapasitas layanan kesehatan kita, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis yang optimal. Kami sangat bersyukur perjuangan melobi pusat pasca penantian satu dekade ini akhirnya membuahkan hasil," ujar Bupati FDW.
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Nomor HK.02.02/F/1715/2026, untuk angkatan kali ini, Minsel mendapatkan jatah penempatan sebanyak 8 (delapan) orang dokter peserta internsip.
Para dokter baru ini akan menjalani masa transisi dari dunia akademik ke praktik profesional mandiri selama 1 (satu) tahun penuh di Minsel. Guna menyelaraskan kompetensi klinis mereka dengan kondisi nyata di lapangan, masa tugas akan dibagi rata: 6 bulan di RSUD Amurang dan 6 bulan di sejumlah Puskesmas yang ditunjuk.
Langkah ini juga diharapkan dapat mendukung pemerataan tenaga medis hingga ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Guna memastikan proses adaptasi dan pendampingan para dokter berjalan mulus, Bupati FDW dalam penyambutan tersebut turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Minsel, dr. Wiwin Opod, serta Direktur RSUD Amurang, dr. Limbert Reinhard Lepa.
Kembalinya program PIDI ini diyakini akan memperkuat sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Minsel dan Kemenkes RI dalam membangun fondasi kesehatan daerah yang lebih kokoh, mandiri, dan responsif terhadap kebutuhan warga. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot