MANADOPOST.ID-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang diperkirakan terjadi pada 15 hingga 16 Juli 2026.
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, meminta masyarakat tidak mengabaikan peringatan cuaca dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas, terutama saat berada di luar rumah.
Menurut Bupati, kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi menimbulkan berbagai risiko, mulai dari pohon tumbang, kerusakan bangunan, hingga gangguan keselamatan pengguna jalan.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat Minahasa Selatan agar meningkatkan kewaspadaan selama potensi cuaca ekstrem berlangsung. Hindari berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar maupun baliho, amankan barang-barang yang mudah diterbangkan angin, dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan," tegas Wongkar.
Pemkab Minsel juga meminta masyarakat yang masih melaksanakan rangkaian Pengucapan Syukur agar memperhatikan penggunaan api saat memasak di luar ruangan guna mengantisipasi potensi kebakaran yang dapat dipicu embusan angin kencang.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Selatan, Thorie Joseph, mengatakan seluruh jajaran BPBD telah meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
Pihaknya telah menyiagakan personel serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, TNI-Polri, Dinas Damkar dan Penyelamatan Minsel serta Satpol PP Minsel dan instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kondisi darurat.
"Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila terjadi pohon tumbang, kerusakan akibat angin kencang, ataupun kondisi darurat lainnya. Tim BPBD bersama instansi terkait telah disiagakan untuk melakukan penanganan secepat mungkin. Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya dan selalu mengacu pada informasi resmi BMKG maupun Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan," ujar Joseph.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi atap rumah, menutup rapat pintu dan jendela, mengamankan tenda, spanduk maupun benda-benda yang berpotensi diterbangkan angin. Pengendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas jalan yang banyak ditumbuhi pepohonan.
Melalui kesiapsiagaan seluruh pihak dan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berharap dampak potensi cuaca ekstrem dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan aman dan kondusif. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot