MANADOPOST.ID-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) terus memperkuat budaya literasi dan transformasi digital. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi Akreditasi dan Advokasi Perpustakaan yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Penguatan Tata Kelola Kearsipan melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) serta Pencanangan Kabupaten Minahasa Selatan sebagai Kabupaten Tertib Arsip Tahun 2026, Kamis (23/7).
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar (FDW) yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa peningkatan literasi dan penguatan tata kelola kearsipan merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan publik serta pembangunan sumber daya manusia.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya dalam advokasi perpustakaan dan penguatan tata kelola layanan perpustakaan. Saya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini," ujar FDW.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga media massa untuk bersama-sama menggerakkan budaya membaca di Kabupaten Minahasa Selatan.
"Libatkan semua elemen. Kalau semua bergerak bersama, maka apa yang menjadi harapan pemerintah dalam meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat akan tercapai. Literasi adalah program yang harus dilakukan oleh kita semua," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Minahasa Selatan, Hendrie Lumapow, melaporkan bahwa sosialisasi diikuti para kepala perangkat daerah serta pengelola administrasi dan kearsipan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurut Hendrie, Minsel menjadi daerah pertama di Sulawesi Utara yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) khusus tentang kearsipan. Selain itu, Peraturan Bupati (Perbup) terkait juga telah melalui proses harmonisasi dan kini dalam tahap implementasi.
"Ini merupakan langkah maju bagi Kabupaten Minahasa Selatan. Namun implementasi kebijakan ini masih perlu diperkuat agar seluruh regulasi yang sudah disiapkan dapat berjalan optimal," katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada penilaian kearsipan tahun sebelumnya, Kabupaten Minahasa Selatan berhasil masuk dalam jajaran daerah dengan nilai terbaik di Sulawesi Utara. Tak hanya itu, berdasarkan penilaian tahun 2025, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) atau Indeks Prestasi Membaca (IPM) Kabupaten Minahasa Selatan juga menjadi yang terbaik di Provinsi Sulawesi Utara.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Minsel optimistis penguatan perpustakaan, tata kelola arsip, dan pemanfaatan aplikasi SRIKANDI akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang modern, akuntabel, dan berbasis digital. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot