Ratusan Warga Ramaikan Tradisi Mandi Safar di Desa Sapa Timur

Baladewa Setlight • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:41 WIB
TRADISI: Suasana kawasan pantai Desa Sapa Timur Minggu pagi tampak ramai oleh masyarakat yang datang mengikuti kegiatan Mandi Safar.
TRADISI: Suasana kawasan pantai Desa Sapa Timur Minggu pagi tampak ramai oleh masyarakat yang datang mengikuti kegiatan Mandi Safar.

MANADOPOST.ID — Tradisi Mandi Safar kembali berlangsung meriah di Desa Sapa Timur, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Minggu (9/9/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi dan kebersamaan masyarakat ini diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan. Selain mandi bersama di kawasan pantai, kegiatan juga diramaikan dengan berbagai aktivitas dan hiburan masyarakat.

Suasana kawasan pantai Desa Sapa Timur Minggu pagi tampak ramai oleh masyarakat yang datang mengikuti kegiatan Mandi Safar. Anak-anak hingga orang dewasa terlihat antusias menikmati suasana pantai.

Berbagai aktivitas warga turut mewarnai kegiatan, mulai dari mandi bersama, berkumpul bersama keluarga, hingga menikmati berbagai hiburan dan kegiatan yang telah disiapkan.

Mandi Safar tidak hanya menjadi momentum rekreasi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga kebersamaan antarwarga.

Di tengah kemeriahan kegiatan, masyarakat juga diimbau tetap memperhatikan keselamatan, khususnya terhadap anak-anak yang bermain dan mandi di kawasan pantai.

Tokoh Agama Desa Sapa Timur, Andi Gazali Taha, menjelaskan bahwa Mandi Safar memiliki makna sejarah dalam agama Islam. 

"Tradisi Mandi Safar ini dalam sejarah agama Islam merupakan sebuah peristiwa memperingati diselamatkannya Nabi Nuh oleh Allah pada masa itu. Sehingga sudah menjadi turun temurun umat beragama untuk melaksanakannya. Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk menjauhkan diri dari penyakit, marabahaya, serta memperoleh keberkahan untuk umat," ujar Andi Gazali Taha.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya warga yang datang bersama keluarga. Sejumlah warga bahkan memanfaatkan momentum tersebut untuk mengabadikan berbagai momen melalui foto dan video.

Bagi masyarakat Desa Sapa Timur, kegiatan ini menjadi salah satu momentum yang dinantikan karena mampu menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus memberikan hiburan bagi warga.

Pemerintah Desa Sapa Timur memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Mandi Safar. Hukum Tua Desa Sapa Timur, Sudirman Damopolii, mengatakan pihaknya ingin kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan.

"Kami dari Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan Mandi Safar ini. Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi momentum kebersamaan masyarakat. Kami juga mengingatkan seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan selama kegiatan berlangsung," kata Sudirman Damopolii, Hukum Tua Desa Sapa Timur.

Selain menjadi ajang berkumpul, kegiatan Mandi Safar juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati potensi kawasan pesisir Desa Sapa Timur.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Tawa dan keceriaan anak-anak serta aktivitas masyarakat di sekitar pantai membuat suasana kegiatan berlangsung semarak.

Salah satu warga, Narto Monigi, berharap kegiatan ini terus mendapat perhatian dan dukungan oleh pemerintah.

"Harapannya kegiatan seperti ini bisa memperoleh perhatian dari pemerintah untuk terus dilaksanakan setiap tahun dan semakin meriah," ungkap Narto Monigi.

Tradisi Mandi Safar di Desa Sapa Timur tahun 2026 pun berlangsung dalam suasana penuh keceriaan dan kebersamaan. 

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi dan kegiatan masyarakat dapat menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, sekaligus memperkenalkan potensi wisata lokal. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
Mandi Safar Desa Sapa Timur minahasa selatan tradisi