Batik Mawolay Jadi Simbol Budaya Lokal di Toast Kenegaraan Minsel

Asyer Rokot • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:22 WIB
ANGKAT BUDAYA LOKAL: Bupati Minsel Franky Donny Wongkar bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah mengenakan batik motif Mawolay dalam Toast Kenegaraan dan Pemasangan Lilin HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Aula Waleta, Senin (17/8). Motif tersebut berasal dari Kecamatan Ranoiapo dan diproduksi langsung oleh masyarakat setempat.
ANGKAT BUDAYA LOKAL: Bupati Minsel Franky Donny Wongkar bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah mengenakan batik motif Mawolay dalam Toast Kenegaraan dan Pemasangan Lilin HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Aula Waleta, Senin (17/8). Motif tersebut berasal dari Kecamatan Ranoiapo dan diproduksi langsung oleh masyarakat setempat.

 

MANADOPOST.ID-- Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Toast Kenegaraan dan Pemasangan Lilin HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Minahasa Selatan.

Seluruh perangkat daerah hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tampil mengenakan batik dengan motif Mawolay, Senin (17/8), di Aula Waleta Kantor Bupati Minsel.

Pemilihan motif tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Panitia sengaja mengangkat motif Mawolay untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang berasal dari Kecamatan Ranoiapo.

Ketua Panitia Kegiatan yang juga Asisten I Pemkab Minsel, Sonny Makaenas, mengatakan penggunaan batik Mawolay merupakan bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya daerah dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Jadi memang tahun ini kita sengaja memperkenalkan batik dengan motif Mawolay karena kebudayaan Mawolay berasal dari salah satu kecamatan di Minsel khususnya Ranoiapo,” kata Makaenas kepada Manado Post.

Ia berharap penggunaan motif tersebut dapat semakin memperkenalkan Mawolay kepada masyarakat luas.

Menariknya, batik yang digunakan dalam kegiatan tersebut diproduksi langsung dari Kecamatan Ranoiapo.

“Semua perangkat daerah bahkan Forkopimda menggunakan seragam ini. Produksinya langsung dari Kecamatan Ranoiapo,” ungkapnya.

Penggunaan batik Mawolay sekaligus memberikan warna tersendiri dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Semangat nasionalisme dipadukan dengan kebanggaan terhadap budaya lokal Minsel.

Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, didampingi Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama unsur Forkopimda dan jajaran Pemkab Minsel.

Selain Toast Kenegaraan, kegiatan dirangkaikan dengan pemasangan lilin dan doa bersama lintas agama.

Pemasangan lilin dimaknai sebagai simbol cahaya, harapan dan semangat yang terus menyala. Sementara doa lintas agama menjadi refleksi atas rasa syukur terhadap kemerdekaan sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Momentum tersebut juga menjadi ruang mempererat hubungan antara pemerintah daerah, Forkopimda dan seluruh komponen masyarakat.

Dengan mengangkat Mawolay, panitia sekaligus menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga bagaimana kekayaan budaya daerah terus dirawat, diperkenalkan dan diberi ruang untuk berkembang.

“Kemerdekaan harus menjadi energi untuk menjaga persatuan, membangun daerah dan mengangkat potensi yang kita miliki,” menjadi semangat yang mewarnai pelaksanaan kegiatan tersebut. (Asyer Rokot)

Editor : Asyer Rokot
Mawolay Toast Kenegaraan minahasa selatan