Gebyar UMKM Merah Putih Dibuka, Minsel Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Asyer Rokot • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 18:53 WIB
MANTAP: Gebyar UMKM Merah Putih Tahun 2026, yang resmi dibuka Wakil Bupati Minahasa Selatan Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, Rabu (2/9).
MANTAP: Gebyar UMKM Merah Putih Tahun 2026, yang resmi dibuka Wakil Bupati Minahasa Selatan Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, Rabu (2/9).

 

MANADOPOST.ID-- Penguatan ekonomi masyarakat berbasis usaha mikro terus didorong Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Salah satunya melalui Gebyar UMKM Merah Putih Tahun 2026, yang resmi dibuka Wakil Bupati Minahasa Selatan Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, Rabu (2/9).

Kegiatan yang dipusatkan di Boulevard Teluk Amurang (Feastar), Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur, tersebut menjadi ruang temu antara pelaku UMKM dengan konsumen sekaligus sarana memperluas akses pemasaran produk lokal.

Gebyar UMKM Merah Putih diinisiasi Pemkab Minsel melalui Dinas Koperasi dan UKM. Namun, kegiatan ini tidak sekadar diarahkan sebagai pameran produk. Pemerintah daerah menjadikannya sebagai salah satu instrumen untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, meningkatkan transaksi dan mendorong pelaku UMKM memperbaiki kualitas produknya.

Wakil Bupati Theodorus Kawatu saat membuka kegiatan kemudian meninjau satu per satu stan UMKM. Ia melihat langsung beragam produk yang ditawarkan pelaku usaha sekaligus memberikan dukungan terhadap keberadaan UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Bagi Minsel, tantangannya bukan hanya membuat masyarakat berusaha, tetapi bagaimana usaha tersebut memiliki pasar dan mampu berkembang.

Karena itu, kegiatan UMKM Merah Putih dirancang dengan sejumlah agenda pendukung. Selain promosi produk, pelaku usaha juga mendapatkan ruang edukasi melalui sosialisasi dari lembaga keuangan serta fasilitas pelayanan administrasi usaha.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, 2-4 September 2026. Hari pertama diawali pembukaan pada pukul 15.00 WITA yang dirangkaikan dengan Lomba Line Dance.

Pada Kamis (3/9), agenda berlanjut dengan sosialisasi Bank SulutGo pukul 13.00 WITA dan Pegadaian pukul 14.00 WITA. Kegiatan kemudian dilanjutkan Lomba Fashion Street pukul 15.00 WITA dan Lomba Mobile Legends pukul 17.00 WITA.

Sementara pada hari terakhir, Jumat (4/9), kegiatan dimulai dengan senam Zumba pukul 06.00 WITA. Selanjutnya, pukul 08.00 WITA, masyarakat dapat memanfaatkan Pasar Murah serta pelayanan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha.

Agenda kemudian dilanjutkan pemeriksaan mata melalui layanan BPJS pada pukul 09.00 WITA.

Penyelenggaraan dengan konsep tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya menyangkut aktivitas jual-beli. Ada aspek literasi usaha, akses pembiayaan, legalitas, promosi, hingga peningkatan kualitas produk yang perlu berjalan bersamaan.

Legalitas melalui NIB, misalnya, menjadi salah satu pintu bagi pelaku usaha untuk masuk ke ekosistem usaha yang lebih formal. Sementara akses informasi dari lembaga keuangan dapat membantu pelaku UMKM memahami pilihan pembiayaan maupun layanan yang tersedia.

"Pemkab Minsel berharap momentum Gebyar UMKM Merah Putih dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk membaca kebutuhan pasar. Produk lokal tidak cukup hanya tersedia, tetapi perlu memiliki kualitas, kemasan, pemasaran dan daya saing yang mampu menjangkau konsumen lebih luas," ungkap Theo Kawatu.

Dengan demikian, geliat UMKM di Boulevard Teluk Amurang tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Transaksi selama gebyar diharapkan menjadi awal dari perluasan pasar dan penguatan usaha secara berkelanjutan.

"Sebab, ketika UMKM tumbuh, yang bergerak bukan hanya satu pelaku usaha. Rantai ekonomi ikut berputar—dari produksi, distribusi hingga konsumsi—dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat Minsel," kuncinya. (Asyer Rokot)

Editor : Asyer Rokot
Gebyar UMKM minahasa selatan Minsel