Rakor Forkopimda Minsel Bahas Kamtibmas hingga Penanganan Dampak Bencana 

Asyer Rokot • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 20:40 WIB

 

ISTIMEWA
ISTIMEWA

 

MANADOPOST.ID-- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kemarau panjang. Langkah tersebut dibahas Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, saat memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Minsel, Selasa (8/9).

Rakor yang berlangsung di Kantor Bupati Minsel itu menjadi forum strategis menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan daerah.

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap setiap potensi risiko, khususnya akibat kondisi kemarau. Sinergi seluruh unsur sangat penting agar setiap persoalan dapat ditangani secara cepat dan terukur,” demikian penekanan FDW dalam rakor tersebut.

Pembahasan tidak hanya menyasar ancaman karhutla. Kondisi kemarau panjang juga menjadi perhatian karena berpotensi berdampak terhadap lingkungan, ketersediaan sumber daya, aktivitas masyarakat hingga munculnya potensi kerawanan sosial.

Karena itu, Pemkab Minsel bersama unsur Forkopimda memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan. Identifikasi potensi risiko dilakukan agar setiap gangguan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) turut menjadi perhatian. Stabilitas wilayah dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan aktivitas pemerintahan, pelayanan publik dan pembangunan tetap berjalan optimal di tengah berbagai tantangan.

"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Pemerintah daerah, aparat keamanan, penegak hukum dan seluruh pemangku kepentingan didorong memiliki langkah yang terpadu dalam menghadapi dinamika daerah," tandasnya.

Usai memimpin Rakor Forkopimda, FDW bersama unsur Forkopimda dan jajaran terkait Pemkab Minsel melanjutkan agenda dengan meninjau langsung bangunan eks Hunian Sementara (Huntara) korban bencana Pantai Amurang.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap kondisi kawasan dan keberlanjutan penanganan dampak bencana yang pernah terjadi di wilayah Pantai Amurang.

Rakor turut dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Amurang Junita Beatrix Ma’i, Kabag Ops Polres Minsel AKP Jose Trisko yang mewakili Kapolres Minsel; Dan Unit Intel Kodim Minahasa Letda Inf. Elri Karepowan yang mewakili Dandim 1302 Minahasa; serta Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Minsel Yudi Adiansya, yang mewakili Kajari Minsel.

Hadir pula Pendeta Sonny Mongkareng, yang memimpin doa.

Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Minsel Glady Kawatu, bersama jajaran instansi terkait di lingkungan Pemkab Minsel.

Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Minsel bersama Forkopimda menegaskan komitmen menjaga wilayah tetap aman dan kondusif, sekaligus memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana dan berbagai dampak yang ditimbulkan kondisi cuaca ekstrem. (Asyer Rokot)

Editor : Asyer Rokot
Forkopimda Minsel