MANADOPOST.ID-- Di balik meriahnya puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-92 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Bersinode di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Rabu (30/9), panitia bersama aparat gabungan bekerja ekstra keras mengawal kelancaran arus lalu lintas di tengah membludaknya puluhan ribu jemaat.
Meski sempat diwarnai kepadatan dan kendala teknis di lapangan—termasuk perilaku pengendara yang memarkir kendaraan tidak sesuai aturan serta adanya rambu-rambu yang berpindah tempat—tim gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Minsel, Satlantas Polres, Satpol PP, hingga Panji Yosua tetap siaga berjibaku di berbagai titik penugasan untuk mengurai kemacetan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Minsel, Verra Lasut, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Satlantas Polres Minsel dan panitia telah merumuskan skema rekayasa sejak awal. Walaupun jumlah personel terbatas jika dibandingkan dengan puluhan ribu massa peserta, petugas terus berupaya maksimal mengatur arus kendaraan di lapangan.
"Petugas ada di semua titik penugasan, hanya saja jumlahnya memang terbatas dibanding peserta, walaupun telah didukung personel dari Polres, Satpol PP, dan Panji Yosua," ujar Verra kepada Manado Post.
Ia menambahkan, dinamika di lapangan kian kompleks akibat adanya perubahan jalur yang diambil secara situasional oleh Seksi Pawai Panitia demi menyesuaikan kondisi riil di lokasi. "Pihak dinas dan panitia pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan, sekaligus mengapresiasi seluruh petugas yang terus berupaya mencairkan kepadatan arus lalu lintas hingga kegiatan selesai," kuncinya. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot