Lesung Batu Oki, yang terletak di perbatasan antara Desa Kali dan Desa Kali Oki, merupakan tempat yang sarat makna sejarah dan budaya bagi masyarakat setempat.
Salah satu keunikan dari Lesung Batu Oki adalah air yang ada di dalamnya yang tidak pernah kering, meskipun pada musim kemarau panjang.
Keajaiban alam ini menjadikan Lesung Batu Oki semakin dihormati dan dianggap sebagai tempat yang penuh dengan nilai spiritual dan sakral.
Lesung Batu Oki memiliki kaitan erat dengan sejarah Dotu Oki, seorang Raja Perang Minahasa yang terkenal berkat keberaniannya dalam melawan dan mengusir penjajah Spanyol serta suku Mongondow pada periode 1630 hingga 1650.
Sebelum berperang, Dotu Oki bersama raja-raja perang lainnya melakukan sebuah tradisi sakral di sekitar Lesung Batu Oki. Tradisi tersebut melibatkan pembasuhan wajah, tangan, dan kaki di air yang ada dalam lesung batu, yang diikuti oleh para raja perang.
Setelah melakukan ritual membasuh diri, Dotu Oki dan raja-raja perang melanjutkan tradisi dengan melakukan rumages atau dumages, sebuah ritual yang melibatkan pengangkatan keris ke atas sambil memohon kepada Empung Wailan Wangko, sebagai doa dan harapan agar tujuan mereka dalam pertempuran berhasil.
Lokasi tersebut berada di atas bukit dan memerlukan waktu sekitar 7 menit perjalanan dari pemukiman warga setempat setelah menempuh perjalanan 2 jam 30 menit dari Manado menuju Desa Kali Oki dan Desa Kali di Kabupaten Mitra.
Kadis Pariwisata Mitra, Johana Untu, mengungkapkan pentingnya menjaga dan merawat tempat bersejarah ini.
"Lesung Batu Oki adalah tempat yang penuh dengan sejarah, dan sangat penting untuk dijaga agar dapat menjadi daya tarik wisata di Mitra," ujar Johana. (ryn)
Editor : Tanya Rompas