Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Lintas Stakeholder di Ratatotok Mitra Sepakat Tolak Premanisme, Jamin Kondusivitas Jelang Lebaran

Julius Laatung • Minggu, 23 Maret 2025 | 18:04 WIB
SEPAKAT: Lintas stakeholder di Kecamatan Ratatotok Kabupaten Mitra sepakat menjaga kondusivitas, menolak premanisme dan segera dilakukan operasi Sajam. Dok istimewa
SEPAKAT: Lintas stakeholder di Kecamatan Ratatotok Kabupaten Mitra sepakat menjaga kondusivitas, menolak premanisme dan segera dilakukan operasi Sajam. Dok istimewa

MANADOPOST.ID--Pemerintah Kecamatan Ratatotok bersama stakeholder terkait menggelar Rapat Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kantor Desa Ratatotok Tengah, belum lama ini. 

Rakor ini membahas berbagai isu krusial, termasuk penanganan premanisme, razia senjata tajam (sajam), serta rencana operasi pengamanan menjelang Idul Fitri.

Dalam rapat tersebut, Camat Ratatotok Calvin A. Rawis, SH, MT menegaskan bahwa keamanan wilayah menjadi prioritas utama. 

Calvin Rawis meminta semua pihak bekerja sama untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama setelah insiden penembakan di tambang Alason Ratatotok yang sempat memicu kekhawatiran.

"Kami harus memastikan bahwa masyarakat merasa aman dan nyaman. Oleh karena itu, penertiban sajam dan kendaraan berknalpot bising (brong) akan dilakukan. Kami juga berharap kerja sama dari semua hukum tua dalam membangun pos pengamanan Lebaran," ujar Rawis.

Sementara itu, Kapolsek Ratatotok Ipda H. S. Berto, S.Sos menambahkan bahwa pasca-insiden di tambang Alason, pihaknya telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan police line dan meminta keluarga korban mengikuti proses hukum yang berjalan. 

Selain itu, pihaknya menyoroti penyebaran informasi yang tidak akurat di media sosial yang dapat memperburuk situasi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang bisa memperkeruh keadaan. Saat ini, Ratatotok dalam kondisi aman dan kondusif. Pemerintah kecamatan bisa membuat surat permohonan kepada Polres Minahasa Tenggara untuk mempercepat pembuatan pos pengamanan," kata Berto.

Dukungan juga datang dari Danramil Belang yang diwakili Sertu Meldi Kindangen. Ia menekankan bahwa banyak penambang membawa senjata tajam dan senjata angin rakitan tanpa izin, yang sangat meresahkan warga. "Kami menunggu perintah lebih lanjut untuk mendukung rencana penertiban ini bersama pemerintah dan kepolisian," ujarnya.

Lain hal dengan Anggota DPRD Minahasa Tenggara Stevie Keintjem S.Pd dan Imanudin Kadi, SH, yang menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah-langkah antisipatif yang diambil oleh TNI-Polri. Mereka juga meminta pemerintah daerah dan provinsi lebih memperhatikan keamanan serta kesejahteraan masyarakat.

"Penindakan tegas harus dilakukan kepada pelaku kericuhan dan premanisme. Masalah tambang, premanisme, dan sajam ini membutuhkan perhatian serius," kata Keintjem dan Kadi.

Selain itu, Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang yang diwakili Fredirika Mangasuwi juga mendukung operasi sajam yang akan dilakukan oleh Polsek Ratatotok. "Kami ingin ada koordinasi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan agar keamanan benar-benar terjaga," ujarnya.

Tokoh masyarakat dan agama juga angkat bicara dalam rapat ini. Mereka menekankan pentingnya tindakan nyata dalam menangani pelaku premanisme dan kendaraan berknalpot brong. Sementara itu, Tokoh Masyarakat Ratatotok Imam Ramli Tuluta menyoroti sikap beberapa pendatang yang tidak menghargai pemerintah setempat dan mendukung penindakan lebih tegas.

Di akhir rapat, seluruh pihak menandatangani kesepakatan bersama yang berisi pernyataan sikap menolak segala bentuk premanisme dan aksi kekerasan yang mengganggu keamanan di Ratatotok. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan situasi keamanan di wilayah tersebut tetap terjaga, terutama menjelang perayaan Idul Fitri atau hari Lebaran.(yol)

Editor : Julius Laatung
#TNI #Polri #tambang #Minahasa Tenggara #sajam #premanisme #Ratatotok #Idul Fitri