Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kolaborasi Instansi Plus Partisipasi Masyarakat, Pemkab Mitra Topang Program Pilah Sampah Nasional

Julius Laatung • Senin, 23 Juni 2025 | 17:21 WIB
Wabup Fredy Tuda saat mengikuti Rakornas  Pengelolaan Sampah 2025 di Jakarta. Dok istimewa
Wabup Fredy Tuda saat mengikuti Rakornas Pengelolaan Sampah 2025 di Jakarta. Dok istimewa

MANADOPOST.ID--Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) di bawah kepemimpinan Bupati Ronald Kandoli dan Wakil Bupati Fredy Tuda terus membuktikan komitmennya dalam menciptakan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat.

Salah satu fokus utama yang terus digalakkan adalah pengelolaan sampah terpadu yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan potensi energi terbarukan.

Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan Pemkab Mitra dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2025 yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia di Jakarta Convention Center, Minggu (22/6/2025).

Dalam arahannya, Menteri LHK Dr. Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan lagi sekadar program tambahan, melainkan bagian penting dari strategi pembangunan berkelanjutan. 

“Transformasi sampah menjadi energi bukan lagi sebuah pilihan, tetapi keharusan. Kunci keberhasilannya adalah kolaborasi sejak dari sumber,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Fredy Tuda menyampaikan bahwa Kabupaten Mitra siap mendukung visi nasional tersebut melalui aksi nyata di daerah. 

“Kami telah bergerak. Saat ini fokus kami adalah penguatan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengembangan bank sampah, serta membangun kemitraan strategis dengan sektor swasta dan komunitas masyarakat,” ujar Tuda.

Menurutnya, pengelolaan sampah bukan hanya menyangkut kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang untuk ekonomi sirkular dan energi alternatif. Dengan manajemen yang baik dan terintegrasi, sampah bisa dikonversi menjadi komoditas bernilai.

Wabup Fredy Tuda menambahkan, Pemkab Mitra terus memperluas cakupan program dengan pemanfaatan teknologi pengelolaan sampah modern, serta mengembangkan sistem monitoring berbasis data. 

“Kami optimis Mitra dapat menjadi model pengelolaan sampah daerah yang adaptif dan inovatif, yang berbasis pada partisipasi masyarakat dan dukungan lintas sektor,” jelasnya

Langkah tersebut sejalan dengan target pengurangan timbunan sampah nasional sebesar 30 persen dan peningkatan pengelolaan sampah menjadi energi sebesar 70 persen pada 2025 sebagaimana ditetapkan KLHK.

Upaya Pemkab Mitra menjadi contoh nyata sinergi pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional berbasis lingkungan.

 “Kami akan terus bergerak. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi demi generasi yang akan datang,” pungkas Fredy Tuda dengan penuh optimisme.

Editor : Julius Laatung
#pengelolaan sampah #Minahasa Tenggara #Pilah Sampah #Fredy Tuda