PhotoMANADOPOST.ID - Calon bupati dan wakil bupati Minut nomor urut 2 Joune Ganda-Kevin W Lotulung (JG-KWL) menuturkan, harus diakui untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Seperti korupsi yang menyengsarakan rakyat, narkoba yang merusak generasi, kejahatan terhadap perempuan dan anak serta masalah ketenagakerjaan, memaksa JG-KWL mempersiapkan program dan langkah terbaik untuk menyelesaikannya. "Masalah stunting, Covid-19, pertambangan dan pengelolaan sumber energi bagi masyarakat khususnya di daerah kepulauan telah kami masukkan dalam daftar masalah-masalah penting yang harus diselesaikan. Untuk membereskan masalah korupsi kami akan fokus pada empat program utama revormasi birokrasi, transparansi, edukasi dan peningkatan kesejahteraan. Kami akan menutup ruang, sekali lagi kami akan menutup ruang dan kesempatan bagi siapapun untuk melakukan suap, pemerasan, gratifikasi dan jual beli jabatan," tuturnya. Kemudian, masalah narkoba akan kami atasi melalui penguatan kerjasama edukasi dan membangun kantung-kantung inisiasi untuk penciptaan ruang kreatif produktif terutama bagi generasi muda. "Perlindungan terhadap perempuan dan anak akan kami perkuat. Segala bentuk kejahatan terhadap perempuan dan anak baik verbal, non verbal, nyata, virtual, jelas akan kami dorong ke arah proses hukum," ucap JG. Selanjutnya, disektor kesehatan kami akan mendorong serendah mungkin angka stunting di Minut, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan segera menjalankan kartu Minut hebat. "Kami juga memastikan perluasan pembangunan infrastruktur untuk memanfaatkan sumber energi baru terbarukan sehingga tidak ada lagi rakyat Minut mengeluh tentang listrik," kuncinya. Dilansir dari https://www.alodokter.com/, Stunting menunjukkan kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Tidak hanya tubuh pendek, stunting memiliki banyak dampak buruk untuk anak. Lantas, apa saja penyebab dan dampak dari kondisi ini? Pengetahuan ibu yang kurang memadai, infeksi berulang atau kronis, sanitasi yang buruk, dan terbatasnya layanan kesehatan. Sementara dampak stunting pada anak, dapat mempengaruhinya dari ia kecil hingga dewasa. Dalam jangka pendek, stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik. Sekilas, proporsi tubuh anak stunting mungkin terlihat normal. Namun, kenyataannya ia lebih pendek dari anak-anak seusianya. Seiring dengan bertambahnya usia anak, stunting dapat menyebabkan berbagai macam masalah, di antaranya: Kecerdasan anak di bawah rata-rata sehingga prestasi belajarnya tidak bisa maksimal. Sistem imun tubuh anak tidak baik sehingga anak mudah sakit. Anak akan lebih tinggi berisiko menderita penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker. Dampak buruk stunting yang menghantui hingga usia tua membuat kondisi ini sangat penting untuk dicegah. Gizi yang baik dan tubuh yang sehat merupakan kunci dari pencegahan stunting.(*) Editor : Tanya Rompas