MINUT— Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) Pemkab Minahasa Utara (Minut) menggelar aksi demo di Kantor Bupati, Rabu (18/11).
Dipimpin Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Mathen Sumampouw, dalam orasinya meminta percepat pembayaran Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dan honorer THL.
Saar berada di Bapelitbang, diterima Sekkab Minut Ir Jemmy Kuhu MA yang adalah Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Minut. Dikatakannya, dirinya mengapresiasi demo yang dipimpin Pak Mathen. "Mungkin ini jalan terbaik yang dilakukan, yang pasti dilakukan dengan damai," kata Sekkab sekaligus menjelaskan proses penetapan APBD Perubahan yang butuh waktu.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Minut Petrus Macarau SE saat di demo menjelaskan APBD Perubahan sementara berproses di Biro Hukum Provinsi. "Saya janji kalo APBD P sudah selesai, Minggu ini di bayar! selesai Minggu depan, Minggu depan di bayar! Jadi, tidak ada yang secara sengaja untuk memperlambat proses APBD P. Semua dipercepat tapi tetap harus sesuai mekanisme," katanya.
Dijelaskan Macarau, APBD Perubahan Minut terlambat, karena di saat evaluasi di provinsi, ternyata ada pengurangan Rp 8,4 milliar dana bagi hasil pajak. Otomatis berimbas dalam penyesuaian TAPD.
“Kami dari TAPD, di dalamnya ada Sekkab, Assisten 1, 2, dan 3, kami telah menandatangani berita acara bahwa TKD untuk seluruh ASN akan di bayarkan, tapi butuh proses. Saat ini APBD P masih di Biro Hukum Provinsi Sulut untuk mendapatkan register dan nanti kembali kemudian di tanda tangani Pjs Bupati setelah itu baru di buat DPA," jelas Macarau.
Perlu diketahui, anggaran Pemkab Minut dipangkas sekira Rp 123 miliar, karena pandemi Covid-19.(***)
Editor : Tanya Rompas