Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bakal Ada Pusat Daur Ulang Sampah di Minut, Ini Lokasinya

Jendry Dahar • Senin, 24 Mei 2021 | 19:16 WIB
Stephen Tuwaidan
Stephen Tuwaidan

MANADOPOST.ID—Tumpukan sampah di Minahasa Utara (Minut) bisa jadi objek usaha baru masyarakat. Pemkab Minut segera membangun pusat daur ulang sampah di Desa Winuri, Kecamatan Likupang Timur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minut Stephen Tuwaidan mengungkapkan, pembangunan tersebut bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang.

“Kita masih menunggu daru kementerian. Yang pasti kalau bukan tahun ini, tahun depan sudah dibangun, ungkapnya, Senin (24/5).

Kata dia, lahan seluas 20x30 persegi telah disiapkan pihaknya di seputaran wilayah KEK Likupang. “Sebenarnya itu akan dibangun TPA tetapi tidak jadi. Makanya kita fungsikan untuk pusat daur ulang agar bisa menjadi sumber pemasukan bagi daerah,” terangnya.

Nantinya, sampah yang dijemput petugas kebersihan akan dipilah untuk didaur ulang. Sampah akan dijadikan material pembuatan barang-barang yang bisa kembali digunakan bahkan dijual.

Sampah domestik bisa diproduksi dan menjadi sumber pendapatan juga bagi masyarakat. “Investor dari Jakarta telah diminta Pak Bupati untuk kami hubungi. Nantinya mereka yang akan mengedukasi dan kita yang akan menjalankan pengelolaannya,” jelasnya.

Hal itu diyakini bisa menyelesaikan permasalahan terkait sampah di Minut. Sebelumnya, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Minut Davy J Awondatu menyebut mayoritas sampah didominasi sampah rumah tangga atau sampah organik.

Alhasil, sampah produktif bernilai ekonomis pun masih sangat rendah. Banyak pabrik di Minut sudah melakukan pengolahan sendiri melibatkan pihak ketiga. Lanjut dia, hanya 37 sampai 40 ton sampah yang terlayani DLH per hari.

Padahal, rata-rata produksi sampah per hari di Minut mencapai 115 ton. Mayoritas sampah ditangani aparat di tingkat keluarahan maupun kecamatan sehingga yang tembus hingga ke TPA tinggal 40 persen dari total keseluruhannya.

“Petugas kebersihan kita hanya 106 orang. Ada pengangkut sampah dan penyapu jalan, jadi hanya kota fokuskan di protokol jalan Airmadidi-Kalawat. Sisanya operator alat berat untuk menghampar sampah di TPA,” beber dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengolahan Sampah Nelson Lombo mengungkapkan, TPA Airmadidi yang menjadi lokasi pembuangan akhir dan pengolahan sampah sudah tidak representatif. “Sampah di sana sudah menumpuk. Hampir penuh. Jadi memang sekarang kita sedang mendukung Pemprov Sulut untuk pembangunan TPA Ilo-ilo agar ke depan, pembuangan sudah bisa dialihkan ke sana,” tukasnya. (jen)

Editor : Jendry Dahar
#Kevin W Lotulung #Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara #JGKWL #Kabupaten Minut #Stephen Tuwaidan #Tanah Tonsea #Joune Ganda #Pemkab Minahasa Utara #Kabupaten Minahasa Utara #Pemkab Minut #Minahasa Utara #Sampah di Minut #Minut #DLH Minut