MANADOPOST.ID—Jelang pembelajaran tatap muka diberlakukan mulai tahun ajaran baru, Juli mendatang. Sekolah pun diwajibkan melakukan kerjasama dengan fasilitas kesehatan terdekat.
Kepala Bidang Pembinaan SD dan SMP Dinas Pendidikan Minut Fery Bensuil mengungkapkan hal itu menjadi salah satu syarat agar sekolah diberikan izin untuk menggelar belajar tatap muka.
Pihaknya menargetkan seluruh sekolah yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah menuntaskan semua persyaratan sebelum tahun ajaran baru dimulai.
“Memang sampai hari ini, baru Manado Independent School (MIS) yang memenuhi syarat. Bahkan mereka sudah sementara melakukan dengan aktivitas terbatas,” ungkap dia.
Sementara sisanya masih sedang mematangkan persiapan. Diketahui total ada 70 SMP dan 192 SD di Tanah Tonsea. Dia merinci, sebelum ditetapkan memenuhi syarat untuk pembelajaran tatap muka, ada sejumlah hal yang wajib dipenuhi sekolah.
“Di antaranya, semua guru di sekolah tersebut sudah harus divaksin. Minimal tahap satu karena memang vaksinasi massal untuk para guru di Minut baru dimulai 3 Mei lalu,” terangnya.
Selanjutnya, sekolah harus melakukan MoU dengan puskesmas terdekat untuk menjamin adanya penanganan bila ada yang terindikasi terpapar virus Covid-19. Selain itu, sekolah wajib membuat video untuk menunjukkan menunjukkan ketersediaan fasilitas sesuai protokol kesehatan, seperti tempat mencuci tangan dan ruangan yang sudah dibuat berjarak.
“Nanti setelah dokumen-dokumen pendukung itu dimasukkan ke kami, baru akan kita lakukan peninjauan. Yang pasti, kami terus mem-push agar sekolah secepatnya melengkapi semua persyaratan. Ada sanksi bagi sekolah yang lambat. Kalau soal kesiapan, prinsipnya semua sudah siap,” tuturnya.
Ditambahkan Kepala Seksi Kurikulum, pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah tetap harus menunggu surat keputusan dari Satgas Covid-19 di Minut.
Nantinya akan diawali dengan masa transisi di dua bulan pertama. Ada ruangan-ruangan atau tempat tertentu yang tidak boleh buka di sekolah. Siswanya pun dibatasi hanya 50 persen dari total daya tampung ruangan. Serta waktu belajarnya maksimal dua jam. Yang paling penting harus ada izin dari orang tua siswa untuk anaknya masuk sekolah.
“Setelah itu, masuk masa kebiasaan baru. Kapasitasnya tetap dibatasi. Nanti menunggu role modelnya seperti apa,” tukasnya. (jen)
Editor : Jendry Dahar