MANADOPOST.ID—Miris. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di RSUD Walanda Maramis, Kamis (24/6), malah dipadati kerumunan masyarakat. Kegiatan yang semula menjadi salah satu upaya pemerintah memutus penyebaran virus tersebut, justru berpotensi menjadi klaster baru penularan.
Pantauan Manado Post, warga yang mayoritas berprofesi sebagai ASN dan THL itu, memadati ruangan tempat pelaksanaan vaksinasi. Situasi pun makin sulit dikendalikan. Petugas yang terbatas pun tampak kewalahan.
Saat dikonfirmasi Manado Post, Kepala Dinas Kesehatan Minut dr Youce Togas melalui Kasie P2PTM-Keswa yang juga Koordinator Tim Teknis Vaksinasi Covid-19 Dinkes Minut dr Kosmas Rarun mengakui peristiwa tersebut terjadi karena miskomunikasi antara pihaknya dengan sejumlah OPD.
Dijelaskannya, jadwal vaksinasi Kamis (24/6), seharusnya menyasar para guru. Namun, karena banyaknya keluhan dari OPD yang pegawainya mayoritas belum divaksin, pihaknya kemudian memberikan kesempatan kepada mereka untuk bergabung. Dengan perhitungan, keseluruhan peserta vaksin tidak lebih dari 40 orang.
Sayangnya, pada saat pelaksaan, jumlah orang yang datang membludak. Ternyata, semua ASN dan THL yang belum divaksin ramai-ramai disuruh datang tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu. Tak ayal pihaknya terpaksa memberikan pelayanan dengan jumlah petugas yang terbatas.
“Meskipun petugas kita kurang tetapi ketersediaan vaksin tercukupi karena memang gudang penyimpanan ada di RSUD. Sehingga tinggal diambil saja di tempat penyimpanan. Ketersediaan stok juga memang mencukupi,” tuturnya.
Dia mengakui masih banyaknya kelompok masyarakat yang seharusnya sudah divaksin di gelombang-gelombang awal tetapi belum tercover menjadi penyebab banyaknya masalah dalam penjadwalan.
Meskipun begitu, vaksinasi tetap terus dikebut. Kata dia, pihaknya saat ini sedang fokus vaksinasi di desa. “Ke depan kami berupaya hal serupa tidak terjadwal. Kami juga meminta agar semua perangkat terkait agar komunikatif sehingga tidak lagi terjadi miskomunikasi seperti ini. Penataan juga akan makin kami tertibkan,” terangnya.
Diketahui, pemberian vaksin di Minut telah mencapai belasan ribu dosis dengan total hampir 10 ribu orang yang divaksin dari total 151.147 orang sasaran vaksinasi di Minut.
Keseluruhan sasaran vaksinasi terdiri dari SDM kesehatan 23.741, petugas publik 3.923, lanjut usia (lansia) 23.741 serta masyarakat umum 121.915.
Total yang divaksin mayoritas mengunakan vaksin jenis Sinovac. “Sisanya ini yang sementara kita vaksinasi itu menggunakan vaksin Astra Zeneca. Semuanya yang pakai AZ baru vaksin pertama,” tutur dia.
Pihaknya turun ke desa-desa untuk menyasar warga prelansia dan lansia yang memang menjadi target gelombang saat ini. “Jadi tidak cuma standby di RS atau PKM. Semoga cakupannya bisa lebih banyak lagi,” jelasnya.
Soal ketersediaan stok, dia mengaku tak terlalu hafal. Namun apabila habis, pihaknya bisa langsung kembali memintanya di Dinkes Sulut. “Stoknya terjamin. Makanya kita memaksimalkan upaya agar bisa makin banyak yang tercover program vaksinasi ini,” ungkapnya.
Meski sudah divaksin, dia mengimbau warga tetap menjaga protokol kesehatan. Sebab pada beberapa kasus tertentu, orang yang sudah divaksin tetap bisa terpapar Covid-19. (jen)
Editor : Jendry Dahar