JG menceritakan sedikit kisahnya ketika dirinya menjadi guru sekolah saat masih remaja. Bahkan dia mengaku pernah menjadi penatua remaja. “Dan sampai saat ini, saya tetap menjadi pelayan, yaitu pelayan masyarakat sebagai Bupati Minut,” tuturnya.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat di Ruang Balai Diklat Maumbi itu, JG menitipkan pesan kepada jajaran pengurus yang baru dia lantik.
“Pesan saya kepada Pelsis Minut yang baru dilantik kiranya menjadi teladan,” ungkapnya.
Mampu menjadi contoh di tengah masayarakat. “Menjadi Pelsis ini juga langkah awal menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” ujarnya memberi nasehat.
Tak sampai di situ, JG juga kembali mengenang masa-masa dirinya memimpin Komisi Pelayanan Remaja di Jemaat GMIM Immanuel Kaima. Hal itu diutarakannya saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) gereja tersebut ke 108 yang dipimpin Pdt Berti Tamon, Minggu (27/6) pagi.
JG mengakui pembentukan iman sebagai umat Kristen selain atas tuntuan dari kedua orang tua, juga didapati melalui bimbingan di Gereja GMIM Immanuel Kaima,
“Gereja ini adalah tempat saya tumbuh dan berkembang secara Iman, teringat ketika saya sekolah di TK GMIM Kaima dan beranjak dewasa menjadi pelayan Tuhan, melayani sebagai Penatua Komisi Remaja,” tuturnya didampingi istri tercinta yang juga Ketua TP PKK Minut Rizya Ganda Davega. (jen)
Editor : Jendry Dahar