MANADOPOST.ID—Warga Perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dihebohkan penemuan mayat, Sabtu (13/5/2023).
Jasad sesosok lelaki ditemukan tak bernyawa dalam keadaan hampir membusuk dengan bekas cairan darah kering di sampingnya. Belakangan diketahui, korban bernama Alvino Simboh, warga Tataaran I, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di sekitar TKP, terakhir kali korban beraktivitas pada Kamis (11/5/2023). “Postingan di Facebook juga terakhir kali Kamis,” ujar beberapa saksi.
Kapolsek Kauditan Iptu Iwan Toani membenarkan kejadian tersebut. “Kami sudah melakukan olah TKP dan meminta persetujuan keluarga untuk adanya otopsi. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit,” ujarnya.
Korban sendiri memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Di grup WhatsApp keluarga, dia sering mengeluh mendapatkan kejadian aneh, seperti ban mobil sering bocor dan bekas sayatan benda tajam.
Mayatnya pertama kali ditemukan sang adik Prisilia. Diungkapkan, pada Rabu (10/5/2023) lalu, mereka mengirim pesan via whatsApp ke korban, tapi hanya centang satu. Keesokan harinya, adik iparnya datang ke rumah korban tapi saat mengetuk pintu, tidak direspon. Padahal mobil merah korban terparkir di rumah.
Adik iparnya lalu berpikir saat itu Vino, sapaan akrab korban mungkin sedang keluar. Jumat (12/5/2023) kemarin, handphone korban sudah tidak aktif, pesan whatsApp juga hanya centang satu. Dari situ keluarga mulai memiliki perasaan lain.
"Ibu kami menyuruh untuk segera mengecek keadaan Kakak (korban, red) di perumahannya. Jadi saya ke sana. Saat tiba di perumahan, mobilnya masih ada di rumah,” terang Prisilia.
Prisilia bersama kedua adiknya mencoba mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban. Mereka lalu mencium bau busuk sehingga mendobrak pintu dan mendapati sang kakak sudah meninggal.
Korban sendiri memang belum menikah dan tinggal seorang diri di rumah tersebut. Dia bekerja sebagai marketing di salah satu perumahan dan memiliki empat bersaudara. Vino anak pertama dan satu-satunya laki-laki.
Hukum Tua Desa Tumaluntung Richard Kamagi mengatakan rumah tempat korban ditemukan tak bernyawa merupakan miliknya pribadi. Namun, status kependudukannya di KTP masih warga Minahasa. “Tadi jenazah sudah dibawa keluarga ke Tondano setelah didoakan warga sekitar,” tandasnya. (jen)
Editor : Jendry Dahar