MANADOPOST.ID—Sosok Andhika Yahya Santiago Baramuli makin menggema di percaturan politik Bumi Nyiur Melambai. Di usia muda, pria kelahiran 16 Oktober 1992 tersebut, sudah menduduki sejumlah jabatan prestisius.
Namanya kini dikenal luas masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Seiring dengan gencarnya cucu AA Baramuli itu, turun lapangan. Berstatus sebagai Caleg DPRD Provinsi di Dapil Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan Kota Bitung, kandidat doktor Universitas Kristen Indonesia Jakarta, sudah menyambangi ratusan titik demi mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.
Hampir semua wilayah di Minut-Bitung sudah dikunjungi putra Aryanthi Baramuli tersebut. Tampil penuh wawasan, berbagai gagasan cemerlang dibeberkan. Tak pelak, dukungan masyarakat secara masif diterima suami dari Yasmin Humaira Fanda Hartono itu.
Meski pendatang baru, Andhika bukan caleg kaleng-kaleng. Selain ketokohan keluarga besarnya yang sudah banyak berbuat bagi Sulut. Ketua AMPI Minut ini juga kapabel. Jauh sebelum terjun ke dunia politik, dia sering hadir memberikan bantuan bagi warga yang kesusahan. Bahkan beberapa kali melaksanakan program kemanusiaan. Hanya saja, tidak diekspose karena memang belum memiliki niat untuk nyaleg.
Andhika punya karir dan latar belakang pendidikan mumpuni. Pria murah senyum ini, sukses mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri. Ayah dari Alexander R Baramuli tersebut, studi Strata 1 di Aberystwyth University di Wales hingga menyandang gelar Bachelors of Law. Dia lalu mendapat beasiswa studi di Universiteit Utrecht Belanda. Kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Imperial College London dan meraih gelar Masters in Management di sana.
Pendidikannya yang mentereng turut dibarengi segudang pengalaman kerja mumpuni. Ketua Harian DPD AMPG Sulut mengawali karier sebagai Management Trainee di PT Royal Industries Indonesia Karawang pada 2009 silam. Di tahun yang sama, dia turut menjadi Staff Administrasi Daerah DPR RI. Lalu dipercaya sebagai Komisaris PT Poleko Jaya Agung, Pinrang, selang 2013 hingga 2016. Penerus pengabdian trah Baramuli ini, juga sempat menjabat Komisaris PT United Coconut Tina Indonesia, Airmadidi pada 2013 sampai 2018 silam. Puncaknya, di tahun 2016, Andhika didapuk sebagai Direktur PT Inensunan Mills Indonesia sampai sekarang.
Maka tak heran, meski orang baru di panggung politik, Andhika langsung dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPD Partai Golkar Sulut itu. Pada Pileg DPRD Provinsi Dapil Minut-Bitung dari partai berlambang beringin, dia diberikan nomor urut 2.
Proses tak instan dilalui di usia muda mendasari pria yang pernah menjadi Wakil Ketua Bidang Pertanian Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Sulut tersebut, untuk berbakti bagi tanah leluhur. Baginya, politik menyangkut hajat hidup orang banyak. Jalan itulah yang kemudian dipilih untuk membaktikan diri. “Karena proses interaksi sosial dengan masyarakat, khususnya petani karena kebetulan usaha saya di bidang agribisnis, itulah yang menjadi dasar saya maju di Pileg,” ujar Wakil Ketua Bidang Wirausaha dan UMKM Kosgoro 1957 PDK Sulut tersebut.
Dia merasa di era digitalisasi, dengan kepribadian dan latar belakang yang dimiliki sebagai anak muda, sudah saatnya memberi diri untuk melayani rakyat dan turut berperan serta mengabdi kepada bangsa dan negara melalui DPRD Sulut. “Dan ternyata Partai Golkar membuka ruang bagi kami generasi milenial untuk turut dalam pemilu 2024 ini,” ungkap putra dari R Gunandar Djajasasmita itu.
Ketokohan keluarganya yang dikenal telah banyak berperan dalam pembangunan Sulut, lantas membuat Andhika bersyukur. Kakek dan sang ibunda adalah politikus bersih nan rendah hati. Itu menjadi teladan baginya. Sekaligus juga dorongan untuk bisa ikut berkarya dan membahagiakan orang banyak, khususnya masyarakat Sulut. “Bila Tuhan berkehendak saya terpilih, prioritasnya adalah bagaimana aspirasi masyarakat bisa diolah agar bisa ikut menentukan arah APBD,” tutur Wakil Ketua I Pertina Minut itu.
Lanjut Andhika, sumber daya alam berkelanjutan dapat dipergunakan setinggi tingginya untuk menambah kesejahteraan rakyat sesuai peraturan yang berlaku. “Jadi menggunakan pendekatan buttom up dalam pembuatan kebijakan maupun komunikasi politik, dari rakyat untuk rakyat,” terang pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Pengembangan Organisasi Cancer Information Support Center Indonesia tersebut.
Sementara kala ditanya terkait strateginya pada Pileg nanti, dia belum mau banyak membeber. Namun baginya semua akan dilaksanakan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. “Strategi tentu ada, secara bertahap sesuai peraturan. Tapi yang terpenting adalah selalu berdoa dan niat ikhlas,” tukas Ketua Yayasan Baramuli Sulawesi Utara tersebut. (jen)
Editor : Jendry Dahar