MANADOPOST.ID—Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Minahasa Utara sejak 21 Maret 2025 menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan serta tanah longsor dan pohon tumbang di beberapa wilayah. Data terkini per 22 Maret 2025 pukul 14.00 WITA mencatat, lebih dari 1.700 warga terdampak, dengan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Wilayah yang mengalami dampak banjir paling parah adalah Kecamatan Wori, di mana Desa Wori menjadi titik terdampak terbesar dengan 167 kepala keluarga (KK) atau 602 jiwa terdampak, serta 8 rumah mengalami kerusakan ringan dan 2 rumah rusak berat. Selain itu, di desa lain di kecamatan yang sama, Talawaan Atas mencatat 10 KK terdampak, sedangkan Tiwoho mencatat 45 KK terdampak.
Di Kecamatan Likupang Timur, banjir menggenangi Desa Likupang Dua dengan 109 KK atau 393 jiwa terdampak dan Desa Likupang Satu dengan 99 KK atau 532 jiwa terdampak. Sementara di Kecamatan Talawaan, Desa Mapanget dan Paniki Baru juga ikut terdampak, dengan total 48 KK dan 68 jiwa yang harus mengungsi.
Bencana ini tidak hanya menyebabkan banjir, tetapi juga tanah longsor di Desa Sawangan (Airmadidi), Desa Lembaan (Kauditan), dan Desa Watutumou (Kalawat). Selain itu, pohon tumbang di Desa Kawangkoan Baru, Kecamatan Kalawat, merusak satu rumah dan menyebabkan dua kepala keluarga terdampak.
Pada 22 Maret 2025, data terbaru menunjukkan bahwa Desa Munte (Likupang Barat) ikut terdampak, dengan 35 KK atau 113 jiwa mengungsi, sementara di Desa Dimembe (Dimembe), 5 KK terdampak dan 3 rumah mengalami kerusakan ringan.
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung segera menginstruksikan jajaran terkait untuk bergerak cepat dalam menangani bencana ini. Tim BPBD, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, dan aparat desa langsung turun ke lapangan melakukan evakuasi, membuka akses jalan yang tertutup longsor, serta memberikan bantuan medis bagi warga terdampak.
Bupati Joune Ganda menegaskan pemerintah akan bekerja maksimal untuk memastikan keselamatan dan kesehatan warga. “Kami terus memantau perkembangan situasi dan berupaya secepat mungkin melakukan penanganan, baik dalam evakuasi korban, perbaikan infrastruktur, maupun bantuan kesehatan,” ujar Bupati Joune.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Minut mendirikan posko kesehatan di wilayah terdampak dan menyalurkan vitamin serta obat-obatan guna mencegah penyebaran penyakit pasca-banjir.
Di sektor infrastruktur, Dinas PUPR mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan utama antara Minahasa Utara dan Minahasa.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor, untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Dengan cuaca yang masih berpotensi buruk, evakuasi akan terus dilakukan bagi warga yang tinggal di area berisiko tinggi. (jen)
Editor : Jendry Dahar