MANADOPOST.ID — Langkah konkrit menuju pemberdayaan ekonomi berbasis desa kini resmi dimulai. Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kolongan-Talawaan menggelar soft launching sebagai tanda dimulainya operasional koperasi, Jumat (25/07), di Desa Kolongan, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam implementasi program strategis nasional “Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih” di Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam waktu kurang dari dua bulan sejak resmi berdiri pada 19 Juni 2025, KDMP Kolongan-Talawaan telah menyelesaikan seluruh aspek legalitasnya—mulai dari akta pendirian, pengesahan AHU, penerbitan NIK dan NIB, NPWP, hingga pembukaan rekening giro di bank BUMN. Kecepatan dan kerapihan kerja tim pengurus patut mendapat apresiasi luas.
KDMP Kolongan-Talawaan tercatat sebagai koperasi kedua di Sulawesi Utara yang resmi beroperasi dalam skema program nasional ini, setelah sebelumnya satu koperasi ditetapkan sebagai mockup pada 21 Juli 2025.
Ketua Pengurus KDMP Kolongan-Talawaan Oldy Sambuaga SE, menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya atas pencapaian ini.
“Awalnya ini hanya sebuah mimpi. Namun karena kemurahan Tuhan, kekompakan tim, serta komitmen kuat memanfaatkan momentum program nasional untuk kesejahteraan masyarakat, hari ini kami bisa mewujudkannya,” ujar Oldy.
Oldy juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam proses legalisasi dan persiapan teknis koperasi.
Menurutnya, meski visi-misi pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto sangat progresif, pelaksanaannya di daerah masih membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal koordinasi lintas sektor.
“Kami berharap ada perhatian lebih serius dari semua stakeholder agar koperasi seperti ini dapat tumbuh lebih cepat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya. Pernyataan ini diamini oleh Paulus Longdong (Wakil Ketua) dan Steven Wullur (Bendahara).
Sementara itu, Dino Kandowangko, Sekretaris KDMP, menjelaskan lima unit usaha utama yang akan dijalankan koperasi:
Keagenan LPG, Gerai Sembako, Simpan Pinjam, Penyewaan Alat, Penyimpanan (Cold Storage)
Dengan lokasi strategis dan dukungan fasilitas memadai, koperasi ini diharapkan menjadi model percontohan bagi koperasi-koperasi desa lainnya di Minahasa Utara.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Tenaga Kerja Minahasa Utara Jimmy Sengke, memberikan apresiasi atas semangat dan dedikasi pengurus koperasi yang dinilainya berhasil membangun fondasi kuat dalam waktu singkat.
Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk Amir Gani dari Bulog yang menekankan pentingnya kemitraan strategis, serta tim dari BNI yang turut hadir untuk memperkenalkan produk-produk perbankan guna mendukung kegiatan koperasi.
Soft launching ini sendiri bertujuan sebagai ajang pengenalan, uji pasar, sekaligus wadah mendapatkan masukan dari masyarakat demi penyempurnaan dan keberlanjutan koperasi di masa mendatang.
“Ini baru permulaan. Kami berkomitmen terus bekerja keras agar koperasi ini benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi desa,” pungkasnya. (mpd)
Editor : Filip Kapantow