MANADOPOST.ID—Sebanyak 29 finalis terbaik dari berbagai perangkat daerah di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) resmi memulai masa karantina ajang Keke Utu Minut 2025, Rabu (12/11), di Hotel Sutanraja Manado, Kecamatan Kalawat.
Kegiatan ini dibuka secara resmi Kepala Dinas Pariwisata Minut Femmy Pangkerego, mewakili Bupati Joune Ganda, menandai dimulainya tiga hari pembekalan intensif bagi para calon duta wisata dan budaya Minahasa Utara.
Dalam sambutannya, Femmy menegaskan, ajang Keke Utu bukan sekadar kompetisi bergengsi untuk memilih sosok berpenampilan menarik. Lebih dari itu, ia menyebut, ajang ini merupakan wadah pembentukan karakter dan wawasan generasi muda yang kelak akan menjadi representasi nilai-nilai budaya dan kekayaan destinasi Minut selama satu tahun.
“Keke Utu bukan hanya mencari duta wisata, tetapi juga duta budaya. Pemenang nantinya akan menjadi wajah promosi Minahasa Utara, membawa identitas Tanah Tonsea ke panggung yang lebih luas,” ujar Femmy.
Selama masa karantina, para finalis akan digembleng lewat berbagai materi, mulai dari pembentukan kepribadian, public speaking, wawasan kebudayaan, hingga etika pergaulan. Para pemateri berasal dari kalangan profesional dan praktisi pariwisata yang berpengalaman di bidangnya.
Femmy yang turut menjadi salah satu pemateri di hari pertama menekankan pentingnya perilaku dan pola pikir dalam membentuk karakter seorang duta.
“Kalau dasar pikiran dan attitude sudah baik, otak akan mengarahkan kita untuk mengambil keputusan yang tepat. Itulah kunci menjadi pribadi yang berintegritas,” tegasnya di hadapan para peserta.
Sementara itu, Ketua Aliansi Keke Utu Minahasa Utara, Nhina Kindangen, menyampaikan, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan jati diri sekaligus memperkenalkan potensi Minut kepada publik.
“Setiap tahun kualitas penyelenggaraan terus kami tingkatkan. Harapannya, ajang Keke Utu melahirkan duta yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga kompeten, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya, didampingi Sekretaris Aliansi Fridel Ratag.
Nhina menambahkan, selama tiga hari karantina, para finalis juga akan dibimbing para senior yang tergabung dalam Aliansi Keke Utu. Sebelumnya, peserta bahkan telah mendapatkan pembinaan kedisiplinan di Batalyon Infanteri 712/Wira Tama.
“Pembinaan di lingkungan militer kemarin menjadi bekal penting bagi mereka agar lebih disiplin dan tangguh, sebelum kini masuk ke tahap pembentukan karakter di karantina,” ungkapnya.
Karantina yang berlangsung hingga 15 November ini akan ditutup dengan Malam Grand Final Keke Utu Minahasa Utara 2025. Dalam malam puncak tersebut, para finalis akan menampilkan kemampuan terbaik mereka melalui sesi tanya jawab, parade busana budaya, hingga pertunjukan seni khas Minahasa Utara.
Sepasang Keke dan Utu terpilih nantinya akan mengemban tugas sebagai ikon resmi pariwisata Minut, mewakili semangat muda yang siap memperkenalkan pesona daerah di level nasional maupun internasional. (jen)