Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

182 Siswa dan 7 Guru SMPN 2 Airmadidi Diduga Keracunan Makanan

Ridel Palar • Kamis, 27 November 2025 | 17:53 WIB
Photo
Photo

 

MANADOPOST.ID — Sebanyak 182 siswa dan 7 guru SMP Negeri 2 Airmadidi diduga mengalami keracunan makanan. Informasi tersebut disampaikan salah satu guru kepada wartawan, Kamis (27/11).

 

Kasus ini mulai terpantau sejak Rabu (26/11) malam hingga Kamis siang, di mana para siswa terus berdatangan ke fasilitas kesehatan dengan keluhan sakit perut. Penanganan korban tersebar di lima fasilitas kesehatan, yaitu RSU GMIM Tonsea Airmadidi, RSUD Walanda Maramis, RS Lembean, RS Sentra Medika, dan Puskesmas Airmadidi.

 

Seorang petugas kesehatan di Puskesmas Airmadidi membenarkan adanya pasien dari kasus tersebut. “Ada empat pasien yang kami tangani, namun hanya rawat jalan,” ujarnya.

 

Dari total 182 siswa dan 7 guru yang diduga menjadi korban, sebagian dirawat di rumah dan sebagian lainnya dirawat di rumah sakit.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, Allan Mingkid, mengatakan pihaknya telah bergerak cepat melakukan penelusuran dan pemeriksaan. Sampel makanan sudah diambil oleh Dinas Kesehatan bersama BPOM untuk diuji laboratorium.

 

“Petugas langsung turun memeriksa lokasi SPPG dan kantin sekolah. Sampel sudah diambil oleh tim dari kami dan BPOM untuk menunggu hasil laboratorium,” kata Mingkid.

 

Ia menjelaskan hasil sementara belum dapat disimpulkan karena masih menunggu uji lengkap dari BPOM. “Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Hasil lab akan dijadikan acuan sebelum kami mengeluarkan kesimpulan,” tegas Mingkid.

 

Meskipun demikian, Pemkab Minut telah menghentikan sementara distribusi makanan dari program makan bergizi gratis ke SMPN 2 Airmadidi sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

 

“Program dihentikan sementara untuk mencegah kejadian serupa. Kami juga terus memonitor seluruh sekolah yang menerima distribusi,” jelas Mingkid.

 

Hingga berita ini ditayangkan, petugas kesehatan dan pemerintah masih terus melakukan pemantauan kondisi korban dan penelusuran penyebab pasti kejadian.(Del) 

 

Editor : Ridel Palar