MANADOPOST. ID—Gerak cepat Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah komando Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung dalam menangani puluhan siswa SMP Negeri 2 Airmadidi yang diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) patut diapresiasi.
Sejak kejadian itu dilaporkan, Bupati Joune Ganda langsung menginstruksikan seluruh jajaran instansi kesehatan dan pendidikan berkolaborasi membantu penanganan di rumah sakit. “Saya langsung memerintahkan semua OPD sesuai tupoksi masing-masing membantu pihak rumah sakit,” tegas Joune Ganda.
Bupati juga menekankan agar seluruh korban mendapat tindakan medis cepat dan maksimal tanpa hambatan administrasi, terutama terkait kepesertaan BPJS. “Saya minta seluruh rumah sakit yang menangani korban abaikan dulu status BPJS. Baik yang aktif maupun tidak, harus tetap mendapatkan pelayanan. Status kepesertaan bisa dilengkapi kemudian,” tandasnya.
Instruksi itu langsung ditindaklanjuti OPD terkait. Terpantau di tiga rumah sakit berbeda, pejabat Pemkab Minut terus memonitor pelayanan terhadap para korban.
Selain Kadis Pendidikan Jofieta Supit, Kadis Pangan dan para Asisten, tampak tim BPBD Minut yang dipimpin Kepala Badan Theodorus Lumingkewas turun membantu kebutuhan fasilitas medis. “Sesuai arahan Pak Bupati, kami diminta membantu kekurangan tempat tidur di RSU Tonsea. Sebanyak 10 kasur lipat sudah kami antar,” ujar Lumingkewas.
Sekjen Apkasi itu menegaskan kehadiran pemerintah adalah memastikan semua korban ditangani serius tanpa hambatan. “Yang utama keselamatan dan nyawa korban,” tegas Bupati Joune Ganda.
Di RSU Tonsea Airmadidi, Kadis Pendidikan Jofieta Supit mengatakan sejak malam hingga siang, pihaknya terus memantau kondisi para siswa. “Anak-anak sudah ditangani, ada yang rawat jalan dan ada yang rawat inap. Untuk ruang rawat yang penuh, pihak RSU membuka aula sebagai ruang perawatan sementara. Kasur dibantu BPBD,” ujarnya.
Diketahui, insiden ini terjadi Rabu (26/11/2025) dan sempat menimbulkan kepanikan. Tak hanya siswa, sejumlah guru juga mengalami gejala yang sama. Para korban dilarikan ke RSUD Walanda Maramis, RSU Tonsea, dan RSU Hermana Lembean. Sebagian besar mengeluhkan sakit perut, muntah dan diare. (Del).
Editor : Ridel Palar