MANADOPOST. ID--Tim bola basket putra Rayon Minahasa Utara resmi menjuarai cabang olahraga bola basket Pekan Olahraga Pemuda GMIM (POPG) 2025, setelah menundukkan lawan tangguh mereka, Rayon Bitung, pada partai final yang berlangsung sengit di GOR KONI Hall B Manado, Rabu malam (3/12/2025).
Kemenangan ini sarat emosi. Setelah dua kali gagal di final sejak cabang olahraga basket resmi dipertandingkan pada POPG 2023, penantian panjang itu akhirnya terbayar. Tahun ketiga gelaran POPG—yang juga menjadikan Manado sebagai tuan rumah—menjadi momen bersejarah bagi Minahasa Utara dengan keberhasilan meraih Juara 1.
Pertandingan final berjalan ketat sejak tip-off. Kedua tim tampil ngotot dan saling kejar poin hingga menit terakhir. Namun determinasi, kekompakan, dan semangat pelayanan yang dibawa para pemain Minahasa Utara membuat mereka mampu mengunci kemenangan dramatis di hadapan pendukung yang memenuhi Hall B.
Sorak-sorai pecah saat buzzer akhir berbunyi. Euforia terasa karena gelar ini merupakan trofi pertama Minut sejak cabang basket dipertandingkan di POPG.
Tim putra POPG Minut sendiri merupakan pemuda-pemuda pilihan dari jemaat-jemaat GMIM se-Rayon Minahasa Utara. Selain berprestasi di bidang olahraga, mereka juga dipersiapkan menjadi generasi muda gereja yang siap melayani lewat talenta yang mereka miliki, termasuk di bidang basket.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan para pembina dan pelatih:
Pnt. Kevin W. Lotulong, Wakil Bupati Minahasa Utara sekaligus Ketua Perbasi Minut, sebagai pembina utama yang selalu memberikan fasilitas dan motivasi bagi para atlet muda Minut.
Fernando L. Timuhari, pelatih sekaligus guru basket di Manado Independent School, yang memegang peran penting dalam menyusun strategi dan membangun disiplin tim.
Pnt. William A. L. Worang, mentor dan anggota Komisi Pemuda Sinode GMIM Bidang Minat dan Bakat, yang terus menguatkan para pemain secara rohani dan mental.
Kolaborasi antara pembina, pelatih, mentor, dan para atlet menjadi fondasi kuat yang menghantar Rayon Minut mencapai puncak prestasi.
Kemenangan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Rayon Minahasa Utara, tetapi juga menjadi dorongan baru bagi pembinaan olahraga di lingkungan GMIM. Prestasi ini diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak atlet berpotensi dari kalangan pemuda gereja.
Dengan semangat “Bertalenta untuk Melayani”, tim basket Minut membuktikan bahwa olahraga bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga persatuan, pelayanan, dan kemuliaan bagi Tuhan.(Del)
Editor : Ridel Palar